Pupuk Indonesia Hadirkan Urban Farming di Halal Park Jakarta

Kamis, 23 Mei 2019 20:41 Reporter : Merdeka
Pupuk Indonesia Hadirkan Urban Farming di Halal Park Jakarta Halal Park. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Pupuk Indonesia bekerjasama dengan pengusaha pertanian milenial bakal menghadirkan kelas kreatif 'Urban Farming'yang ditujukan kepada anak yatim piatu milenial. Langkah ini sebagai bagian menyambut kehadiran Halal Park di jantung kota Jakarta. Halal Park yang berlokasi di Jl. Pintu Satu Senayan Area Gelora Bung Karno ini mengusung tema pengembangan ekonomi berkelanjutan yang direncanakan untuk menjadi model ekosistem bagi pelaku industri gaya hidup Islami di Tanah Air.

Dalam kesempatan tersebut, Pupuk Indonesia juga menyerahkan bantuan beasiswa kepada 5 orang siswa serta santunan kepada anak yatim. "Beasiswa ini total yang akan kami bagikan adalah 25 orang anak-anak berprestasi yang kurang mampu, baik dari SD, SMP maupun SMA," jelas Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana.

Sedangkan total santunan nantinya akan dibagikan kepada total 1.000 anak yatim. "Pembagian santunan ini sebagai bagian dari program BUMN Hadir Untuk Negeri," tambah Wijaya.

Pihaknya menyambut positif kehadiran Halal Park ini yang juga dapat menjadi ruang bagi BUMN untuk berkreasi bersama masyarakat sehingga dampak kinerja BUMN dapat makin dirasakan oleh masyarakat secara langsung. Dalam kelas kreatif yang akan dilakukan, Wijaya juga berharap dapat membagikan inspirasi kepada kaum muda untuk berani membuka usaha terutama dalam bidang agrikultur yang potensi pengembangan usahanya masih besar di Indonesia.

"Anak muda ini lah yang akan menjadi penggerak ekonomi dalam beberapa tahun ke depan, maka dari itu kami ingin mereka menyadari potensi dari bisnis agrikultur ini,"lanjut Wijaya.

Selain meramaikan dengan kegiatan Kelas Kreatif, nantinya Pupuk Indonesia akan memperkenalkan juga mitra binaan Anak Usahanya dalam bidang kuliner di Halal Park.

Hal senada diungkapkan oleh Herdian, Manager Fruitable Farm yang memperkenalkan teknik hidroponik untuk urban milenial mengatakan bahwa nantinya mereka akan mengisi sesi dengan perkenalan praktis mengenai Urban Farming dan potensi usahanya di Indonesia.

"Dengan potensi usaha di bidang pertanian yang masih belum digarap oleh anak muda karena mereka masih enggan untuk terjun langsung apalagi berbisnis di dunia pertanian, kami tidak sabar untuk membagikan semangat generasi muda untuk dapat bergabung bersama kami untuk membangun pertanian Nusantara. Karena kalau bukan dimulai dari sekarang, kapan lagi," ujar Herdian.

Halal Park yang akan berdiri di atas luas tanah 21.000 m2 dengan konsep elaborasi desain aktivitas berbasis konsep halal melalui adaptasi nilai-nilai keislaman yang digabungkan dengan budaya Nusantara ini ditargetkan akan selesai di tahun 2020. Saat ini, miniatur Halal Park menyediakan beragam tenant fesyen serta makanan dan minuman yang dapat dinikmati oleh para pengunjung.

Sebagai koordinator pelaksana Halal Park, Kementerian BUMN berkontribusi menyediakan produk-produk Rumah Kreatif BUMN (RKB) dari beberapa perusahaan BUMN. Halal Park akan menjadi ekosistem para pelaku bisnis yang bergerak pada industri gaya hidup halal dari hulu ke hilir yang tidak hanya sebatas pada bidang bisnis fesyen dan makanan dan minuman, tetapi juga bidang lain seperti pariwisata, pendidikan, dan keuangan.

Hal ini sejalan dengan potensi Indonesia yang diprediksi akan menjadi Top 10 ekonomi terbesar di dunia pada 2030. Berdasarkan standar Global Muslim Travel Index (GMTI), Indonesia telah dinobatkan sebagai nomor 1 wisata halal bersaing dengan 130 negara lainnya, termasuk Malaysia, Turki, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Qatar, Maroko, Bahrain, Oman, Brunei dan negara lainnya. Hal ini menjadikan industri gaya hidup halal sebagai angin segar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo ( Jokowi) membuka Moslem District Destination, Halal Park yang akan menjadi ekosistem bagi pelaku industri gaya hidup halal di Tanah Air. Kehadiran Halal Park diharapkan bisa memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Presiden Jokowi mengatakan, pembangunan Halal Park tersebut menelan investasi sebesar Rp 250 miliar. Rencananya, pembangunan Halal Park akan menggunakan lahan seluas 21.000 meter di Jakarta.

"Akan dibangun 21.000 meter persegi bangunan dan ruangnya dan mencapai nilai investasi bangunan Rp 250 miliar," ujar Presiden Jokowi di Kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (16/4).

Proses pembangunan diawali melalui pembukaan Miniatur Halal Park yang berlokasi di Jalan Pintu Satu Senayan, Area Gelora Bung Karno (samping Basketball Hall). Saat ini, Miniatur Halal Park menyediakan beragam tenant fesyen serta makanan dan minuman yang dapat dinikmati oleh para pengunjung.

Sebagai koordinator pelaksana Halal Park, Kementerian BUMN berkontribusi menyediakan produk-produk Rumah Kreatif BUMN (RKB) dari beberapa perusahaan BUMN yang terdiri dari produk fesyen dan makanan minuman.

Halal Park akan menjadi ekosistem para pelaku bisnis yang bergerak pada industri gaya hidup halal dari hulu ke hilir yang tidak hanya sebatas pada bidang bisnis fesyen dan makanan dan minuman, tetapi juga bidang lain seperti pariwisata, pendidikan, dan keuangan.

Hal ini sejalan dengan potensi Indonesia yang diprediksi akan menjadi Top 10 ekonomi terbesar di dunia pada 2030. Berdasarkan standar Global Muslim Travel Index (GMTI), Indonesia telah dinobatkan sebagai nomor 1 wisata halal bersaing dengan 130 negara lainnya. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Pupuk Indonesia
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini