Proyek Perumahan Sosial Diprediksi Dongkrak Ekonomi Nasional hingga 2,5 Persen: Strategi Prabowo-Gibran Wujudkan Hunian Layak

Ketua Satgas Perumahan Hashim S. Djojohadikusumo menegaskan proyek perumahan sosial bukan hanya penuhi kebutuhan hunian, tetapi juga strategi dongkrak ekonomi

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Proyek Perumahan Sosial Diprediksi Dongkrak Ekonomi Nasional hingga 2,5 Persen: Strategi Prabowo-Gibran Wujudkan Hunian Layak
Ketua Satgas Perumahan Hashim S. Djojohadikusumo menegaskan proyek perumahan sosial bukan hanya penuhi kebutuhan hunian, tetapi juga strategi ampuh dongkrak ekonomi nasional. (Merdeka.com)

Jakarta, 18 September 2024 – Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim S. Djojohadikusumo menegaskan bahwa pembangunan proyek perumahan sosial memiliki peran krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pernyataan ini disampaikan dalam pencanangan pra kerja sama Program Pembangunan 3 Juta Rumah di Indonesia yang berlangsung di Jakarta pada Rabu.

Program perumahan sosial ini tidak hanya berfokus pada penyediaan hunian layak, tetapi juga dirancang sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan laju perekonomian. Hashim menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian integral dari visi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Melalui proyek ini, pemerintah optimis dapat mencapai bahkan melampaui target pertumbuhan ekonomi nasional hingga delapan persen. Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mengatasi tantangan hunian sekaligus menciptakan dampak ekonomi yang signifikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dampak Ekonomi Proyek Perumahan Sosial

Hashim S. Djojohadikusumo mengungkapkan bahwa program pembangunan perumahan sosial, yang mencakup jutaan unit apartemen dan rumah pedesaan, diproyeksikan mampu mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi nasional. Perhitungan menunjukkan potensi peningkatan antara 1 hingga 2,5 persen per tahun.

"Kita sudah hitung, dengan program 3 jutaan lebih apartemen dan rumah-rumah di pedesaan ini bisa mendongkrak, bisa menambah laju ekonomi nasional sampai 1, 1,5 sampai 2,5 persen per tahun," kata Hashim. Ia menambahkan bahwa dengan adanya proyek perumahan sosial ini, target pertumbuhan ekonomi delapan persen yang selama ini diharapkan dapat terealisasi.

Program ini menjadi salah satu andalan dari pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mencapai target ekonomi tersebut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Dampak ekonomi yang dihasilkan diharapkan akan sangat luas, menyentuh berbagai sektor terkait pembangunan dan konsumsi.

Peningkatan Kualitas Hidup dan Akses Hunian

Selain dampak ekonomi, pembangunan proyek perumahan sosial juga diharapkan membawa perubahan nyata terhadap kualitas hidup masyarakat, khususnya generasi muda. Generasi milenial dan Z seringkali menghadapi kesulitan dalam memiliki rumah layak dengan harga terjangkau, dan program ini hadir sebagai solusi.

Hashim menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan dasar, melainkan juga menciptakan ekosistem pembangunan berkelanjutan. Hal ini memberikan harapan baru bagi jutaan keluarga yang sebelumnya tidak memiliki akses terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

Kehadiran hunian strategis yang terintegrasi dengan transportasi massal seperti Moda Raya Terpadu (MRT) dan kereta api akan sangat meningkatkan efisiensi hidup. Lokasi yang dekat dengan fasilitas transportasi publik akan mengurangi waktu tempuh, biaya perjalanan, dan secara signifikan memperbaiki kualitas kehidupan sehari-hari penduduk.

Kolaborasi Strategis dan Tahap Awal Proyek

Untuk mewujudkan target 3 juta rumah bagi masyarakat, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) berkolaborasi dengan investor asal Qatar, Al Qilaa International Group (Al Qilaa). Kolaborasi ini menandai langkah penting dalam pembangunan infrastruktur hunian di Indonesia.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan aset lahan KAI melalui konsep Transit Oriented Development (TOD). Konsep TOD memungkinkan pengembangan hunian yang terintegrasi dengan simpul transportasi, mendorong penggunaan transportasi publik.

Rencananya, tahap awal pembangunan akan mencakup 50.000 unit hunian yang akan berdiri di atas lahan milik PT KAI, sebagai bagian dari kawasan TOD. Lokasi awal proyek ini akan dibangun di kawasan Kampung Bandan, Kemayoran, Provinsi DKI Jakarta, menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung pembangunan nasional dan memperkuat hubungan investasi antara Indonesia dan Qatar.

Proyek ini akan menghadirkan hunian vertikal berupa smart towers yang mengintegrasikan konsep hunian modern dengan fasilitas pendukung lengkap. Fasilitas tersebut meliputi sekolah, taman bermain, ruang komunal, serta sistem hunian pintar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara holistik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi