Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Produksi Industri Lesu, PLN Setop Operasional Pembangkit Listrik Diesel dan Gas

Produksi Industri Lesu, PLN Setop Operasional Pembangkit Listrik Diesel dan Gas Pembangkit listrik. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menge‎valuasi pengoperasian pembangkit listrik karena pertumbuhan konsumsi yang tidak sesuai harapan. Hal ini bertujuan untuk menekan biaya operasional.

Pelaksana tugas Direktur Utama PLN, Djoko Abumanan, mengatakan realisasi pertumbuhan konsumsi listrik sampai semester I 2019 sebesar 4,31 persen, tidak sesuai dengan yang diharapkan perusahaan. Hal ini disebabkan penurunan produksi sektor industri, sebagai konsumen listrik skala besar. "Pertumbuhan konsumsi listrik 4,31 persen jauh harapan kita," kata Djoko, di Jakarta, Senin (15/7).

‎Djoko melanjutkan, akibat konsumsi listrik yang tidak sesuai harapan, PLN pun melakukan penyesuaian pasokan listrik. Dengan mengurangi pengoperasian pembangkit yang Biaya Pokok Produksinya tinggi. "Sehingga kalau pertumbuhan seperti ini PLN ada merit order. Mana sih yang murah, pembangkit baru atau lama," tuturnya.

Menurut Djoko, pembangkit yang saat ini dikurangi pengoperasianya adalah yang menggunakan sumber energi Bahan Bakar Minyak‎ (BBM). Bahkan, PLN menghentikan operasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) untuk wilayah Jawa Bali.

"Yang BBM dulu kita sepakat tahun ini haram hukumnya. Tahun lalu banyak kita bakar BBM. Tahun ini satu semester ini Jawa Bali tidak usah bahan bakar BBM," tuturnya.

Djoko melanjutkan, jenis pembangkit berikutnya yang mengalami pengurangan pengoperasian adalah Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG). Namun, pembangkit tersebut tetap bersiaga digunakan dalam kondisi‎ tertentu untuk menjaga kehandalan sistem. "Gas standby tidak dioperasikan tapi pada waktu tertentu (siap) untuk keandalan," tuturnya.

‎Sedangkan, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) akan menjadi tumpuan, sebab Biaya Pokok Produksinya masih terbilang rendah. "Masih murah 7 sen (PLTU) masih murah, kalau bandingannya 1 (PLTU) banding 3 (gas) banding 6 (BBM)," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP