Produk Anyaman Bali Tembus Pasar Spanyol dan Italia
Merdeka.com - Para pengrajin anyaman di kabupaten Gianyar masih mampu menembus pasar Spanyol dan Italia berkat penggunaan gunakan media sosial (medsos) di masa sulit akibat pandemi covid-19.
Gusti Ayu Darmayanti, perajin anyaman Pucuk Lontar Mas di Desa Bona Blahbatuh bercerita, saat pandemi ini kunjungan wisatawan atau pembeli ke tempatnya jauh berkurang, namun masih ada beberapa ekspor yang bisa dilakukan, terutama ke Spanyol dan Italia, berkat media sosial.
"Ekspor anyaman ke Spanyol dan Italia tidak sebanyak sebelum masa pandemi Covid-19," kata Gusti Ayu Darmayanti dikutip dari Antara di Jakarta, Selasa (11/8).
Hal yang sama dikemukakan pula oleh Ni Made Dadi, pemilik Khalisbali Bambo di Banjar Kebon Kaja, Desa Belega Blahbatuh. Menurut dia, sebelum pandemi pangsa pasar produk kerajinan dan mebel bambu hampir 90 persen ekspor, namun kini dia mulai melirik pasar lokal yang ternyata tidak kalah menjanjikan.
Potensi Lokal
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSalah satunya adalah membuat straw atau sedotan dari bambu, chasing tumbler, dan beberapa pernak pernik lainnya dari bambu. Ini juga sejalan dengan imbauan pengurangan penggunaan bahan plastik sekali pakai.
"Dengan inovasi dan gunakan penjualan daring dan media sosial, kami masih bisa bertahan meski harus diakui pangsa pasar masih agak lesu," jelas Made Dadi.
Ketua Dekranasda Gianyar, Adnyani Mahayastra sangat mengapresiasi inovasi mereka dan berharap para perajin lainnya dapat mengikuti kiat-kiat mereka bertahan di tengah pandemi.
"Kreativitas dan inovasi dalam setiap usaha sangat diperlukan, kita harus pintar-pintar membaca peluang pasar," kata Surya Adnyani Mahayastra.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya