Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai kawasan wisata di sekitar Danau Toba, di Kabupaten Toba Samosir dan sekitarnya, memiliki potensi untuk menjadi kawasan wisata kelas super. Maka dari itu, pemerintah akan memperbaikinya secara bertahap.
"Ini pekerjaan besar, kita akan kerjakan satu-satu. Jadi yang pertama tadi, untuk Desa Ulos," kata Presiden Jokowi seperti dikutip dari laman Setkab, Rabu (31/7).
Presiden Jokowi sempat menanyakan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengenai kapan pekerjaan tersebut akan dimulai, yang dijawab langsung oleh Basuki, "Tahun ini, Pak."
Menurut Presiden Jokowi, tahun ini dimulai pengerjaan perbaikan kemudian memindahkan bangunan yang tidak sesuai dengan Desa Ulos.
Presiden Jokowi menambahkan pantai pasir putih Situngkir juga berpotensi meraup investasi yang besar. "Nanti biar dibuatin masterplan-nya dulu, dihitung, baru kita bicara. Saya belum punya bayangan, kelihatan gede sekali," ujarnya.
Presiden menegaskan, itulah langkah-langkah yang terus akan dikerjakan agar kawasan Danau Toba betul-betul jadi sebuah kawasan wisata yang kelasnya super.
"Bandaranya siap, infrastruktur sudah dimulai dikerjakan, terus nanti yang tadi di Sibisa tadi juga investasi nanti didorong ke sana," sambung Presiden Jokowi.
Mengenai bantuan untuk warga, Presiden Jokowi mengatakan, nanti mulai dikerjakan proyek rehabilitasi rumah kawasan di Desa Ulos.
"Saya kira yang paling penting untuk memperbaiki, merestorasi ada panduan dari Kementerian PU, dari arsitek sehingga betul-betul menjadi sebuah kawasan yang memang sangat laik dikunjungi. Karena tadi kegiatannya menurut saya sangat menarik sekali kegiatan-kegiatan seperti itu," terang Presiden Jokowi.
"Ada pariwisata budaya (kawasan Danau Toba) untuk kain ulos, ada wisata religi tadi di Tapanuli Utara, Siborongborong ke sana tadi. Ya itu hitungannya, yang sudah kita hitung 28 titik," sambung Presiden Jokowi.