Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin Indonesia mengoptimalkan pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT), agar tidak terus mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Mengingat, Indonesia memiliki potensi kelistrikan lain seperti energi panas bumi, air, surya dan angin.
"Kita miliki potensi tidak hanya pembangkit listrik tenaga uap dari batu bara, tapi kita juga memiliki ke depan yang terus akan didorong untuk energi baru terbarukan," kata Jokowi, saat meresmikan pengoperasian beberapa pembangkit listrik, di lokasi PLTB Sidrap, Sulawesi Selatan, Senin (2/7).
Jokowi mengungkapkan, potensi EBT Indonesia sangat besar, seperti energi angin terdapat dari Selatan Jawa sampai ke timur. Sehingga baik untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).
"Informasi yang saya terima sangat bagus sekali untuk membangun PLTB pembangkit listrik tenaga bayu," tuturnya.
Menurut Jokowi, investasi awal untuk PLTB memang awalnya tinggi, tetapi dia optimis semakin lama murah dan harga listriknya menjadi terjangkau karena sumber energinya tidak perlu membeli, tidak seperti PLTU yang membutuhkan pasokan batubara.
"Investasi seperti ini memang awalnya tinggi tetapi semakin lama akan semakin murah dan semakin murah, misalnya suplai untuk PLTU itu setiap hari harus kita bakar yang namanya batu bara," ucapnya.
Dengan harga jual listrik dari pembangkit yang semakin terjangkau, maka konsumen listrik akan mendapatkan manfaatnya. Yaitu akan membuat tarif listrik turun dan meningkatkan daya saing industri.
"Itu akan memberikan sebuah kompetisi yang baik sehingga harga akan semakin turun, turunnya harga listrik kita harapkan akan memberikan sebuah daya saing terutama industri kita dengan negara lain, arahnya seperti ke sana," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com