Prancis Mencekam, Bank hingga Supermarket Dijarah Demonstran
Merdeka.com - Kerusuhan di negara Prancis tak kunjung mereda. Bahkan, gelombang protes kian menjalar ke berbagai kota di sudut-sudut Prancis.
Melansir IndiaToday, kerusuhan yang mengguncang Prancis disebabkan oleh penembakan polisi yang mematikan terhadap seorang remaja berusia 17 tahun keturunan Aljazair dan Maroko bernama Nahel M (17) di sebuah halte lalu lintas. Bocah nahas tersebut ditembak di dada.
Dilaporkan, kerusuhan yang dipicu oleh pembunuhan seorang remaja di Prancis kian tak terkendali. Saat memasuki malam ketiga, sejumlah bank dibobol, beberapa tempat mengalami banyak kebakaran, kendaraan polisi dijarah oleh pengunjuk rasa dan toko-toko dijarah.
"Para pengunjuk rasa juga menggeledah bank, mendirikan barikade, dan membakar mobil di beberapa bagian Prancis. Sebanyak 667 orang ditangkap semalam di negara itu," kata Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin.
Sementara itu, petugas polisi yang terlibat dalam penembakan itu telah diselidiki secara formal atas pembunuhan sukarela, kata seorang jaksa setempat. Dia akan ditahan di penjara dalam penahanan preventif.
Sebelumnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia Paris (KBRI Paris) mengonfirmasi bahwa tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak atau terlibat dalam kerusuhan Prancis.
"KBRI Paris telah berkoordinasi dengan kepolisian Kota Nanterre serta simpul-simpul masyarakat Indonesia. Hingga saat ini tidak terdapat WNI yang terdampak atau terlibat kerusuhan tersebut," demikian pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), yang diterima Liputan6.com pada Jumat (30/6)
Kemlu RI menyebutkan bahwa kerusuhan menyebar ke daerah pinggiran Kota Paris lainnya, termasuk di Seine-Saint Denis, Villeurbanne, dan juga di sejumlah kota besar termasuk Nantes dan Toulouse. Lebih dari 600 orang ditangkap saat pemerintah Prancis berupaya memulihkan ketertiban pasca kematian Nahel.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya