Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Prabowo Sebut Pendapatan per Kapita RI USD 1.300, Ini Kata Luhut

Prabowo Sebut Pendapatan per Kapita RI USD 1.300, Ini Kata Luhut Luhut Panjaitan. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi pernyataan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto terkait pendapatan per kapita Indonesia USD 1.300 per tahun.

Dia mengatakan, terkait pendapatan per masyarakat sebaiknya mengacu pada data yang dikeluarkan oleh lembaga terpercaya semacam World Bank, bukan pada pendapat perseorangan.

"Kok dia yang ngatur itu kan ada World Bank ada yang menilai ada institusi-institusi yang kredibel. Saya juga enggak bisa menilai itu (pendapatan perkapita) berapa," kata Luhut, saat ditemui, di kantornya, Jakarta, Kamis (27/12).

Dia mengatakan, saat ini Indonesia sedang bergerak menjadi negara akan yang akan disegani secara ekonomi. Hal ini dapat diukur dengan data yang valid dari lembaga yang kredibel.

"Indonesia bahkan kemarin dari Bloomberg masih diberitahu akan dengan brasil ngelead negara emerging market di tahun 2019. Jadi kita dikategorikan salah satu negara terbaik di antara negara emerging market,"

Saat yang sama dia pun membantah pernyataan Prabowo yang menyamakan tingkat kemiskinan di Indonesia dengan negara Haiti. "Enggak, kan income perkapita kita lebih tinggi dari mereka (Haiti)," ujarnya

Dia pun menghimbau agar masyarakat lebih kritis ketika menerima informasi. Ada baiknya informasi diambil dari sumber yang terpercaya. "Jadi mesti dilihat, masa kamu lebih percaya ke saya pribadi daripada institusi Bloomberg, World Bank," tandasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data BPS, perekonomian Indonesia tahun 2017, Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 13.588,8 triliun dan PDB perkapita mencapai Rp 51,89 juta atau USD 3.876,8.

Sebelumnya, Mengutip dari para ahli ekonomi, Prabowo menyebutkan, pendapatan per kapita saat ini sebesar US$ 4.000 per tahun. "Tapi dari 4.000 itu, sekitar 49 persen, setengahnya dikuasai oleh satu persen rakyat kita," ujarnya saat Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul, Senin, 17 Desember 2018. "Jadi kalau kita cabut yang satu persen, kekayaan penghasilan kita setahun tinggal setengahnya yaitu 1.900. Itu kata penasehat saya Pak Fuad Bawazier."

Jadi menurut dia, penghasilan per kapita saat ini hanya separuh dari US$ 3.800 yakni kurang lebih US$ 1.900. "Artinya dibagi rata. Tapi 1.900 dipotong lagi utang. Iya, kita semua punya utang," ucap Prabowo.

Prabowo lantas mencontohkan utang negara itu harus ditanggung oleh setiap warga. "Bahkan anakmu baru lahir, punya utang. Utangnya kurang lebih, US$ 600. Jadi iya, utang kamu itu US$ 600, sekitar Rp 9 juta," katanya. "Anakmu baru lahir, utang sudah 9 juta. Jadi kekayaan kita sebenarnya hanya 1.300 dolar per kapita."

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP