Prabowo Janji Turunkan Tarif Listrik di 100 Hari Kerja, PLN Bakal Diguyur Subsidi

Rabu, 10 April 2019 20:36 Reporter : Anggun P. Situmorang
Prabowo Janji Turunkan Tarif Listrik di 100 Hari Kerja, PLN Bakal Diguyur Subsidi Prabowo janji turunkan tarif listrik. ©2019 Merdeka.com/Purnomo Edi

Merdeka.com - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, di orasi politiknya menjanjikan program 100 hari kerja yakni penurunan tarif listrik dan harga sembako jika terpilih menjadi presiden. Hal ini pun mendapat tanggapan dari berbagai pihak karena dianggap dapat merugikan PT PLN.

Tim Ekonomi Badan Pemenangan Nasional (BPN), Anthony Budiawan, mengatakan pihaknya sudah mengkaji cara agar keuangan PLN tetap aman saat tarif dasar listrik (TDL) diturunkan. Salah satunya memberi subsidi yang lebih besar.

"Konsekuensinya bahwa mungkin PLN akan rugi atau apa, diberikan subsidi. Tapi kita juga akan lihat PLN, bagaimana PLN bisa lebih efisien gitu," ujar Anthony di Hotel Millenium, Jakarta, Rabu (10/4).

Menurut Anthony, subsidi yang seharusnya untuk listrik selama ini dipakai untuk pembangunan infrastruktur. Kondisi tersebut pun tidak memberi keadilan bagi seluruh masyarakat.

"Sekarang ini pemerintah mengurangi subsidi PLN sehingga ada uang untuk infrastruktur. Sekarang rakyat miskin dibuat uangnya untuk infrastruktur. Itu kan intinya begitu kan," jelasnya.

Meski demikian, Anthony menambahkan, PLN sebagai perusahaan milik negara akan tetap menjadi tanggung jawab pemerintah bila mengalami kerugian. "PLN kan sekarang 100 persen milik negara. Kalau rugi kan negara yang tanggung," tandasnya.

Sebelumnya, calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto melakukan kampanye terbuka di lapangan Karebosi, Makassar, Minggu (24/3). Dalam orasi politiknya, Prabowo berjanji menurunkan tarif listrik dan harga sembako jika terpilih menjadi presiden.

Prabowo mengatakan sudah membentuk tim pakar-pakar terbaik untuk mengkaji dua persoalan ini. Di depan pendukungnya, Prabowo berjanji bakal menurunkan tarif listrik kurang dari setahun kerja jika terpilih menjadi presiden.

"Saya tanya kepada mereka, bisa tidak kita turunkan tarif listrik? Mereka hitung, hitung dan mereka katakan, bisa Pak. Saya tanya lagi berapa lama? Tiga tahun kah, dua tahun kah, satu tahun kah? Mereka katakan ke saya, Pak...kita bisa turunkan harga listrik dalam 100 hari pertama kerja," ujarnya dan menuai sorak pendukungnya.

Setelah tarif listrik, kata Prabowo, dia bertanya soal menurunkan harga sembako. Tim ahlinya menghitung. Harga sembako bisa turun tapi ada syaratnya. "Saya tanya apa syaratnya lalu mereka kasih rencana-rencananya. Tidak akan saya cerita sekarang, nanti ada yang nyontek. Akan saya cerita 24 hari lagi," kata Prabowo. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini