PLN Jatim Gunakan Teknologi VR untuk Jelajahi Perkembangan EBT di Jawa Timur

PLN Jatim mengimplementasikan teknologi Virtual Reality (VR) bertema "Virtual Journey to Green Power" untuk memantau dan mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Jawa Timur, menghadirkan inovasi digital dalam pengelolaan energi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PLN Jatim Gunakan Teknologi VR untuk Jelajahi Perkembangan EBT di Jawa Timur
PLN Jatim mengimplementasikan teknologi Virtual Reality (VR) bertema "Virtual Journey to Green Power" untuk memantau dan mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Jawa Timur, menghadirkan inovasi digital dalam pengelolaan energi. (AntaraNews)

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur telah meluncurkan inovasi digital terbarunya dengan mengimplementasikan teknologi Virtual Reality (VR). Inisiatif ini, yang diberi tema "Virtual Journey to Green Power", bertujuan untuk memantau dan menelusuri perkembangan proyek Energi Baru Terbarukan (EBT) di seluruh wilayah Jawa Timur. Langkah strategis ini menunjukkan komitmen PLN dalam memanfaatkan teknologi canggih untuk mendukung transisi energi hijau di Indonesia.

Melalui sistem VR ini, PLN dapat secara efektif melihat dan mengawasi berbagai pembangkit listrik berbasis EBT dari kantor pusat mereka di Surabaya. Teknologi imersif ini memungkinkan pemantauan proyek-proyek penting seperti Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Blawan Ijen, dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Banyuwangi. Kemampuan pemantauan terpusat ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan pengambilan keputusan.

General Manager PLN UID Jatim, Ahmad Mustaqir, menjelaskan bahwa pemanfaatan sistem digital ini sangat krusial. "Melalui sistem digital, maka pembangkit dapat dipantau, dikendalikan, dievaluasi, bahkan dilakukan pemeliharaan secara terbatas dari satu lokasi terpusat," ujarnya di Surabaya. Pernyataan ini menegaskan visi PLN untuk mengoptimalkan pengelolaan aset EBT melalui integrasi teknologi digital.

PLN UID Jatim tidak hanya mengimplementasikan teknologi VR untuk internal, tetapi juga memberikan kesempatan kepada sekitar 30 awak media untuk merasakan langsung pengalaman jelajah virtual ini. Hal ini bertujuan untuk mengedukasi publik dan media mengenai kemajuan EBT di Jawa Timur serta peran teknologi dalam pengembangannya. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana energi bersih dihasilkan.

Salah satu proyek EBT yang disorot adalah PLTSa Benowo, hasil kolaborasi antara PLN dan Pemerintah Kota Surabaya. Pembangkit ini memiliki kemampuan luar biasa dalam mengolah sekitar 1.600 ton sampah per hari menjadi energi listrik. Sebanyak 600 ton sampah diolah melalui metode pembangkitan gas metana dengan gas power plant, sementara 1.000 ton sisanya menggunakan metode gasifikasi.

PLTSa Benowo dilengkapi dengan dua pembangkit yang berkapasitas 1,65 MW menggunakan sistem sanitary landfill dan 9 MW dengan sistem gasification atau zero waste. Pada tahun 2024, PLTSa ini berhasil menghasilkan energi bersih sebesar 166,1 Gigawatt hour (GWh). Angka ini menunjukkan kontribusi signifikan PLTSa Benowo dalam penyediaan energi bersih dan pengelolaan sampah di Surabaya.

Selain PLTSa Benowo, teknologi VR juga membawa peserta untuk menjelajahi area sumur produksi panas bumi di PLTP Blawan Ijen. Dalam simulasi virtual ini, pengguna dapat melihat bagaimana fluida panas bumi berupa uap diserap dari dalam reservoir dan disalurkan ke permukaan untuk menggerakkan turbin pembangkit listrik. Proses ini menggambarkan kompleksitas dan efisiensi pemanfaatan energi panas bumi.

Proyek lainnya yang termasuk dalam pemantauan VR adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Banyuwangi, meskipun detail spesifiknya tidak dijelaskan secara rinci dalam konteks ini. Keberadaan PLTMH menunjukkan diversifikasi sumber EBT yang dikembangkan PLN di Jawa Timur. Pemanfaatan berbagai sumber energi ini penting untuk mencapai bauran energi yang lebih hijau.

Secara keseluruhan, kapasitas daya pembangkit berbasis EBT di Jawa Timur saat ini mencapai 293 MW. Angka ini setara dengan sekitar 3,5 persen dari total kapasitas pembangkit di Jatim, yang sebagian besar masih didominasi oleh pembangkit fosil, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Meskipun persentasenya masih kecil, pengembangan EBT terus menjadi prioritas PLN.

Ahmad Mustaqir menegaskan komitmen PLN untuk terus mengembangkan potensi EBT, termasuk melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Madura. Potensi energi surya di Indonesia, khususnya di Madura, dinilai masih sangat besar dan dapat dioptimalkan. Pengembangan PLTS ini diharapkan dapat meningkatkan porsi energi bersih dalam bauran energi regional.

PLN menargetkan pada tahun 2027, seluruh instalasi listrik di pulau-pulau berpenghuni di Madura sudah dapat beroperasi selama 24 jam penuh. Target ini menunjukkan upaya serius PLN dalam meningkatkan akses dan keandalan pasokan listrik di wilayah terpencil. Pemanfaatan EBT akan menjadi kunci utama dalam mencapai target ambisius ini.

Pemanfaatan teknologi digital, seperti VR, juga dianggap penting sebagai sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pengembangan teknologi ramah lingkungan. Ahmad Mustaqir menambahkan bahwa teknologi yang benar dapat menciptakan konten positif, edukatif, dan bertanggung jawab. Hal ini juga berperan dalam menekan penyebaran berita hoaks yang marak terjadi di masyarakat, dengan menyediakan informasi yang akurat dan terverifikasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi