PLN dukung produksi mobil listrik dan siapkan SPLU untuk charging
Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-JK terus mendorong upaya percepatan pengembangan mobil listrik nasional. Langkah tersebut tidak terlepas dari komitmen Pemerintah Indonesia dalam menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca (CO2) sebesar 29 persen pada 2030 mendatang.
Direktur Perencanaan Korporat PLN, Syofvi Felienty Roekman mengaku mendukung rencana pemerintah dalam mengembangkan program mobil listrik. Salah satunya adalah memberikan suplai terhadap kendaraan tersebut.
"PLN akan siapkan supply. PLN tidak akan ikut memproduksi mobil listrik. Kita siapkan SPLU-nya untuk charging," kata dia saat di temui di Hotel Grand Mahakam, Jakarta, Jumat (3/7).
Soyfvi mengatakan, tahun lalu penyediaan SPLU yang disediakan oleh PLN sendiri sudah ada lebih dari 1.000 yang tersebar di berbagai titik. "Sudah lebih dari 1.000 tahun lalu (SPLU). Mungkin sekarang seluruh Indonesia bisa 3.000-an," imbuhnya.
Sementara, untuk fast charging sendiri kata dia, pihaknya masih melakukan persiapan secara khusus. Sebab, pengguna mobil listrik sendiri masih dalam skala kecil.
"Yang kita persiapkan kalau dia fast charging kebutuhan besar kami juga siap untuk itu sekarang. Sekarang memang belum ada, buat apa kalau gak ada objeknya?," pungkasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya