Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Phapros bangun pabrik obat anyar di Semarang

Phapros bangun pabrik obat anyar di Semarang Ilustrasi obat-obatan. ©shutterstock.com/florin oprea

Merdeka.com - PT Phapros terus mengembangkan bidang usahanya yang bergerak di sektor farmasi. Perusahaan akan membangun pabrik di kawasan Semarang di atas lahan 10 hektare (ha).

Direktur Keuangan Budi Ruseno mengatakan tahun ini akan menjadi moment untuk memperkuat fondasi dan stabilisasi di semua lini perseroan seperti perluasan pasar, penguatan standarisasi produk dan laboratorium berbasis ISO.

"Kami kemarin sudah punya tanah 3 ha dan kami sudah beli 10 ha lagi, nanti akhir tahun kami mulai pembangunannya. Mudah-mudahan tahun ini kami bisa ground breaking," ujarnya di Gedung RNI, Jakarta, Rabu (11/6).

Pembangunan pabrik baru ini akan melengkapi 6 pabrik yang dimiliki perseroan. Nantinya perusahaan akan menghasilkan 2 miliar tablet dari pabrik yang direncanakan selesai sampai 2018.

"Kapasitasnya ada tablet 2 miliar, injeksi 300 juta, kapsul kecil sebanyak 50 juta, sirup 60 juta. Pembangunan bertahap sampai 2018 mulai beroperasi dan saat ini sudah tahap perizinan."

Penempatan pembangunan pabrik di Semarang dinilai menguntungkan dari berbagai sisi terutama ketenagakerjaan yang kondusif. "Tenaga kerja di sana lebih kondusif dibanding kawasan lainnya, belum lagi pabrik kami di sana dekat Tol Bawean jadi lebih strategis," ungkapnya.

Untuk menggarap pabrik baru, perseroan berencana akan melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) di tahun depan. Rencananya perseroan bakal meraup dana segar sebesar Rp 330 miliar sampai Rp 500 miliar. "Nanti bangun pabriknya juga pakai uang IPO. Mudah-mudahan tahun depan kami bisa listing di bursa."

Perseroan menargetkan laba tahun ini dapat mencapai 50 persen atau setara Rp 63,5 miliar dengan penjualan Rp 620 miliar. Penjualan tahun lalu hanya Rp 521,61 miliar dibanding 2012 sebesar Rp 529,75 miliar. Sedangkan laba 2013 hanya Rp 43,53 miliar dibanding periode sama tahun lalu Rp 60,93 miliar.

Phapros mempunyai lima divisi. Pertama adalah OTC yang memasarkan obat jual bebas dengan spesifikasi pada 15 produk. Kedua, Aplha yang berfungsi memasarkan obat dengan resep (ethical) dengan spesifikasi untuk 52 produk.

Ketiga, Delta, memasarkan obat resep (ethical) yang sudah menjadi komoditi atau mature, dengan 25 jenis produk. Keempat, Gamma yang memasarkan obat generik berlogo (OGB) untuk 145 produk. Dan kelima, Toll In, yang berfungsi menerima order produksi obat dari farmasi lain. Secara total, Phapros memasarkan total 237 produk. (mdk/arr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP