PGN gandeng BPH Migas kaji wujudkan gas satu harga

Kamis, 25 Januari 2018 20:13 Reporter : Desi Aditia Ningrum
PGN gandeng BPH Migas kaji wujudkan gas satu harga PGN bangun pipa gas Dumai. ©2017 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Direktur Utama Perusahaan Gas Negara (PGN), Jobi Triananda Hasjim, meminta badan Pengatur Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) agar gas bisa menerapkan mekanisme satu harga seperti Bahan Bakar Minyak (BBM). Jobi mengaku iri dengan BBM yang sudah menerapkan satu harga di Indonesia.

"Kami ngiri dengan BBM yang bisa satu harga. Bayangan kami, jargas juga. Kami membayangkan gas satu harga, baik dari Sumatera maupun Jawa, sehingga orang yang pindah dari Jakarta ke Medan, kalau beli gas dari jargas harganya sama," katanya di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (25/1).

Menurutnya, dalam penjualan gas untuk rumah tangga, perseroan tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah. "Melihat semakin tingginya pembangunan jaringan rumah tangga bisa lebih optimal dan ekonomis juga untuk kami. Karena tidak ada subsidi dan harus menyalurkan dengan tingkat keekonomian yang cukup," ujarnya.

Dia mengatakan hampir 15 tahun harga gas rumah tangga tidak mengalami kenaikan. Berbeda dengan BBM dan listrik secara berkala mengalami kenaikan harga. Maka dari itu, dia berharap akan adanya penyesuaian harga untuk menggenjot luasan jaringan.

"Even dengan LPG 3 kg, deltanya sangat besar. Jadi, supaya harganya tidak terlampau jauh dari LPG 3 Kg," tandasnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini