Kabar mengejutkan datang dari Zhao Weiguo, mantan pimpinan perusahaan semikonduktor raksasa Tsinghua Unigroup. Mengutip pemberitaan CNA, Jumat (16/5), Pemerintah China disebutkan menjatuhkan hukuman mati kepada Zhao Weiguo akibat kasus korupsi, pada hari Rabu 14 Mei 2025.
"(Pemerintah) China menjatuhkan hukuman mati yang ditangguhkan kepada mantan pimpinan perusahaan pembuat semikonduktor kelas atas milik negara, demikian dilaporkan media pemerintah," tulis CNA.
Mantan bos perusahaan semikonduktor raksasa Tsinghua Unigroup tersebut diselidiki secara resmi sejak tahun 2022 dalam kasus dugaan korupsi. Setahun setelahnya Zhao Weiguo resmi ditetapkan sebagai tersangka korupsi.
Penyelidikan dugaan korupsi ini bermula dari utang besar yang harus ditanggung Tsinghua Unigroup di bawah kepemimpinan Zhao. Padahal, Tsinghua Unigroup menjadi salah satu produsen chip terkemuka di negara itu setelah serangkaian akuisisi.
Bahkan, Tsinghua Unigroup gagal melunasi beberapa obligasi, yang kemudian memicu proses restrukturisasi yang kompleks dan mengakibatkan perubahan kepemilikan pada 2020 lalu.
Proses penyelidikan menuding Zhao merugikan negara lebih dari 890 juta yuan ketika membeli jasa dari perusahaan kaki tangannya dengan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan nilai pasar.
Advertisement
Pastikan Zhao Bersalah
Menurut siaran televisi pemerintah, CCTV, Pengadilan Rakyat Menengah Kota Jilin di Provinsi Jilin pada Rabu menyatakan Zhao bersalah atas tindakan korupsi dalam skala besar, mencari keuntungan secara ilegal, dan secara sengaja merugikan kepentingan perusahaan terbuka.
Dia dijatuhi hukuman mati dengan masa percobaan dua tahun, dicabut hak politiknya seumur hidup, dan diperintahkan untuk menyerahkan seluruh aset pribadinya. Selain itu, Zhao juga diharuskan membayar denda sebesar 12 juta yuan.
Saat ini, Pemerintah China terus berupaya meningkatkan kemandiriannya di bidang semikonduktor, yang digunakan dalam berbagai hal mulai dari televisi hingga senjata dan superkomputer. Hal ini karena semikonduktor telah menjadi fokus ketegangan perdagangan antara Beijing dan negara-negara seperti Amerika Serikat.