Pertamina Diminta Lakukan Pengeboran 70 Sumur di Masa Transisi Blok Rokan

Kamis, 16 Januari 2020 20:17 Reporter : Merdeka
Pertamina Diminta Lakukan Pengeboran 70 Sumur di Masa Transisi Blok Rokan Dirut Pertamina Dwi Soetjipto. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto meminta PT Pertamina (Persero) mempercepat proses transisi alih kelola Blok Rokan dari dari operator sebelumnya, Chevron. Saat ini, kedua perusahaan masih melakukan negosiasi.

"Rokan saat ini sedang negosiasi antara chevron dengan Pertamina untuk mengambil," kata Dwi, saat rapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (16/1).

Untuk mengisi masa transisi hingga kontrak Chevron di Blok Rokan habis pada 2021, pihaknya meminta agar Pertamina bisa melakukan pengeboran 70 sumur di Blok Rokan pada tahun ini.

"Kami mendorong Pertamina segera masuk, diharapkan pengeboran 70 sumur meski Pertamina lihat 20 sumur, harapan di Rokan jalan," tuturnya.

Menurutnya, kajian transisi Rokan sudah mengerucut pada skema early hand over, yaitu Pertamina ikut menanggung kegiatan operasi Rokan, dengan imbalan sebagian hasil produksi Rokan menjadi milik Pertamina.

"Kalau lebih awal itu kan berarti apa yang tadi benefit diterima Chevron itu dipindahkan, benefitnya diterima Pertamina. Kalau kewajiban yang akan dipikul Chevron di akhir periode dia juga harus dipikul Pertamina, itu kan harus kita hitung juga," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Produksi Minyak Blok Rokan Terjun Bebas

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan, produksi minyak Blok Rokan merosot hingga 20.000 barel per hari, akibat tidak adanya investasi pengeboran tidak dilakukan sejak 2018.

"Karena tidak ada investasi pengeboran yang terjadi 2018-2019 lifting turun 20.000 barel per hari, cukup besar pengaruhnya," kata Dwi di Kantor SKK Migas, Jakarta, Kamis (9/1).

Dwi mengungkapkan, transisi antara Pertamina sebagai operator Rokan setelah kontrak Chevron Pacific Indonesia (CPI) pada 2021 sangat penting agar Pertamina bisa lebih cepat melakukan kegiatan pengeboran untuk menjaga tingkat produksi.

"Transisi rokan isu penting, kalau Rokan transisi tidak bisa terselesaikan dengan baik liftingnya yang jadi masalah utama Indonesia," tuturnya.

Awal tahun 2019, produksi Blok Rokan mencapai 207.000 barel per hari (bph) atau setara dengan 26 persen produksi nasional. Blok yang memiliki luas 6.220 kilometer ini memiliki 96 lapangan, di mana tiga lapangan berpotensi menghasilkan minyak sangat baik yaitu Duri, Minas dan Bekasap.

Tercatat, sejak beroperasi 1971 hingga 31 Desember 2017, total produksi di Blok Rokan mencapai 11,5 miliar barel minyak sejak awal operasi.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Pertamina Diminta Cari Mitra Optimalkan Pencarian Minyak di Sumur Tua
Saat Mulan Jameela Pertanyakan Status Badan Pengelola Kekayaan Migas Indonesia
Pemerintah Diimbau Pangkas Jalur Mafia Migas
Izin Investasi Migas akan Dipercepat Jadi 1 Hari
Kuota Impor Minyak Dipangkas di 2020, Pertamina Diminta Manfaatkan B30

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini