Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perkembangan era digital, kehadiran robot mulai gantikan pekerjaan manusia

Perkembangan era digital, kehadiran robot mulai gantikan pekerjaan manusia Robot asisten belanja di Swiss. ©2017 REUTERS/Arnd Wiegmann

Merdeka.com - Kemajuan teknologi digital saat ini bisa menjadi berkah sekaligus musibah bagi kehidupan manusia. Di satu sisi, kehadiran teknologi memudahkan pekerjaan manusia, namun di sisi lain menciptakan masalah.

Di beberapa negara, tenaga kerja manusia sudah tidak lagi digunakan untuk industri tertentu. Mereka menggunakan robot untuk melakukan tugas-tugas yang biasanya dikerjakan oleh manusia atau lebih dikenal dengan era robotisasi.

Di Indonesia, perusahaan seperti Pelindo II sudah akan mulai menerapkan robot dalam operasionalnya. Pelabuhan New Priok yang dikelola oleh Pelindo II akan difungsikan sebagai pelabuhan digital di mana semua operatornya adalah robot.

"Itu terminal 2 dan 3 rencananya akan fully automation. Itu nomor dua di Asia dan nomor 1 di Indonesia yang sudah menggunakan terminal fully automation. Di mana, di terminalnya tidak ada satu orang pun juga, semua menggunakan automation. Crane, pembuka container, PCY, truknya pun tidak pakai orang menggunakan robot," jelas Senior Vice President Operasional PT Pelindo II, David Sirait.

David melanjutkan pihaknya berharap dengan digitalisasi ini, kecepatan bongkar muat barang di pelabuhan akan meningkat.

Penggunaan robot juga mulai diterapkan oleh pengelola tol di Indonesia. Di mana, pemerintah tengah menggenjot pembayaran non-tunai sehingga pihak pengelola meniadakan kehadiran petugas kasir di gerbang tol.

Haruskah kita khawatir?

Banyak yang khawatir dengan potensi kecerdasan buatan, termasuk pendiri Tesla, Elon Musk. Dia telah memperingatkan bahwa teknologi tersebut dapat menimbulkan ancaman jika tidak digunakan dengan benar.

Elon Musk bersama lebih dari 100 pakar industri lainnya bahkan menerbitkan sebuah surat menuntut larangan penggunaan kecerdasan buatan secara global.

Kepala strategi di perusahaan outsourcing terkemuka Cognizant, Malcom Frank, mengatakan bahwa pengembangan kecerdasan buatan memerlukan kehati-hatian, oleh pemerintah dan perusahaan yang bekerja sama untuk menetapkan peraturan dasar.

"Fokusnya perlu menciptakan dunia di mana AI akan aman dan Anda mendapatkan keuntungan darinya tanpa kerugian," katanya seperti dilansir dari CNN Money.

Adapun kekhawatiran lainnya yaitu akan ada lebih banyak robot hingga menyebabkan hilangnya lapangan pekerjaan. Menanggapi hal tersebut, Frank berpendapat bahwa AI justru akan menciptakan lebih banyak kesempatan pekerjaan di masa depan.

"Itulah yang terjadi dengan (kehadiran) mesin uap. Itulah yang kami pikir akan terjadi dengan kecerdasan buatan."

Senior Vice President Operasional PT Pelindo II, David Sirait, mengatakan meski menggunakan tenaga robot, tenaga manusia juga masih dibutuhkan dalam operasional pelabuhan New Priok. Namun, tenaga kerja manusia ini akan bekerja di belakang terminal.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP