Perang mata uang pun belum mampu runtuhkan dolar
Merdeka.com - Mata uang Dolar tentu tidak selamanya aman dari paparan perekonomian dunia. Di antara beberapa penataan kembali di dunia perekonomian, hal yang paling berpengaruh secara ekonomi dan politik adalah peperangan mata uang atau dikenal istilah currency war.
Selain itu, negara berkembang juga saat ini tengah mencoba menyamai negara-negara maju dalam hal perekonomian. Mata uang negara berkembang yang sebelumnya hanya sedikit berpengaruh, sudah mulai bergerak ke level menengah.
Dolar sebagai alat tukar perdagangan internasional juga semakin berkurang. Banyak negara lebih memilih meneken perjanjian perdagangan langsung menggunakan mata uang mereka masing-masing. Dengan perkembangan sistem perdagangan dan pasar keuangan, bukan tidak mungkin akan ada lebih banyak perjanjian bilateral untuk penggunaan mata uang yang ditransaksikan.
Namun, Dolar masih dianggap sebagai mata uang paling aman oleh investor di seluruh dunia. Sementara itu, ukuran dan likuiditas pasar keuangan Amerika masih belum ada yang menandingi. Uni Eropa yang dulu dianggap sebagai ancaman pasar utang dari Amerika Serikat, justru semakin terlihat tidak solid. Ini bisa terlihat dari surat utang Jerman, misalnya, tidak akan bernilai sama dengan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah Yunani. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya