Per 22 Oktober, Penyerapan Anggaran PEN Baru 58,4 Persen dari Target Rp744 Triliun

Senin, 25 Oktober 2021 16:32 Reporter : Anisyah Al Faqir
Per 22 Oktober, Penyerapan Anggaran PEN Baru 58,4 Persen dari Target Rp744 Triliun Menko Airlangga. Istimewa ©2021

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat, realisasi penggunaan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga 22 Oktober 2021 telah mencapai 58,4 persen dari pagu Rp744,77 triliun.

"Update penggunaan dana PEN realisasinya sudah mencapai 58,3 persen," kata Airlangga dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (25/10).

Penggunaan dana PEN untuk klaster kesehatan telah mencapai 54,3 persen atau Rp116,82 triliun dari pagu anggaran Rp214,96 triliun. Untuk klaster perlindungan sosial telah mencapai 67 persen atau Rp125,10 triliun dari pagu anggaran Rp186,64 triliun.

"Klaster kesehatan sudah terealisasi 54,3 persen atau Rp116,8 triliun dan klaster perlindungan sosial 67 persen atau Rp125 triliun," kata dia.

Realisasi untuk dukungan UMKM dan korporasi telah terealisasi 38,9 persen atau Rp63,20 triliun dari anggaran Rp162,40 triliun. Untuk program prioritas telah diserap sebanyak Rp68,07 triliun atau 57,7 persen dari pagu Rp117,94 triliun. Sedangkan untuk klaster insentif usaha telah mencapai 96,7 persen atau Rp60,73 triliun dari anggaran Rp62,83 triliun.

"Pada program prioritas telah mencapai 57,7 persen atau Rp68 triliun dan insentif usaha sudah 96,7 persen atau Rp60,73 triliun," kata dia.

Airlangga menambahkan, pada kuartal terakhir tahun ini pemerintah akan merealisasikan program Kartu Sembako bagi masyarakat terdampak PPKM pada Oktober dan November. Selain itu pemerintah juga punya 3 program khusus yang akan direalisasikan untuk menurunkan tingkat kemiskinan ekstrem.

"Program Kartu Sembako rencananya Oktober dan November dan 3 program khusus penanganan kemiskinan ekstrem dengan kartu sembako," kata dia.

Baca juga:
Fokus E-Commerce Jadi Penyelamat Industri Ritel di Tengah Pandemi
Kasus Covid-19 Terkendali, Indeks Keyakinan Konsumen Capai 95,5 di September
Tapering Hingga Utang Evergrande Berpotensi Bikin Biaya Impor RI Naik
Ekonomi Mulai Pulih, Sri Mulyani Waspadai Kenaikan Harga Pangan
Perdagangan Indonesia-Belanda Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional
Prokes Mulai Longgar, ini Dampak Berbahayanya Jika Terjadi Gelombang Ketiga Covid-19

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini