Penyumbang pajak signifikan, pemerintah fokus beri nilai tambah industri manufaktur

Rabu, 1 November 2017 14:46 Reporter : Anggun P. Situmorang
Penyumbang pajak signifikan, pemerintah fokus beri nilai tambah industri manufaktur asap pabrik. ©2012 encognitive.com

Merdeka.com - Pemerintah terus mendorong peningkatan nilai tambah produk industri manufaktur di Indonesia. Di mana menurut survei United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), Indonesia menduduki peringkat 9 dalam manufacturing value added di dunia pada 2016.

Peningkatan nilai tambah industri manufaktur perlu dilakukan, sebab, industri tersebut merupakan kontributor terbesar dalam menyumbang penerimaan pajak. Hingga triwulan III 2017, manufaktur menyumbang Rp 224,95 triliun atau sekitar 31 persen dari penerimaan negara.

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan ke depan pemerintah akan memfokuskan peningkatan nilai tambah manufaktur ke beberapa sektor industri nasional. Hal tersebut dilakukan supaya peningkatan nilai tambah manufaktur lebih terarah.

"Manufaktur merupakan sektor penting bukan hanya untuk penyerapan tenaga kerja, tetapi juga untuk produktivitas, inovasi maupun perdagangan," ujar Menko Darmin di Kantornya, Jakarta, Rabu (1/11).

Menko Darmin mengatakan ada sebelas industri yang akan difokuskan dalam pengembangan manufaktur. Diantaranya adalah pangan, farmasi, kosmetik dan alat kesehatan. Kemudian pengembangan tekstil, kulit, alas kaki dan aneka, alat transportasi, elektronika dan telematika/ICT serta pembangkit energi.

"Selain itu beberapa industri lain adalah industri barang modal, komponen, bahan penolong dan jasa industri. Lalu ada juga industri hulu agro, industri logam dasar dan bahan galian bukan logam dan industri kimia dasar berbasis Migas dan Batubara. Terakhir, Industri Kecil dan Menengah dan Kreatif," tandasnya.

Seperti diketahui, manufaktur adalah suatu cabang industri yang mengaplikasikan mesin, peralatan dan tenaga kerja dan suatu medium proses untuk mengubah bahan mentah menjadi barang jadi untuk dijual.

Manufaktur ada dalam segala bidang sistem ekonomi. Dalam ekonomi pasar bebas, manufakturing biasanya selalu berarti produksi secara massal untuk dijual ke pelanggan untuk mendapatkan keuntungan.

Baca juga:
Pemerintah wajib perhatikan kualitas industri manufaktur Tanah Air
Intip pabrik pembuat tahu Serpong di Tangerang
Dugaan penipuan data teknis Kobe Steel meluas

Kobe Steel mengaku palsukan data teknis, berdampak nilai saham menukik

Menteri Susi sebut perusahaan manufaktur Jepang minat buka pabrik di RI

Upaya Menperin agar bea masuk tekstil RI nol persen ke AS & Eropa

Kemenperin optimis industri tekstil RI tumbuh 1,8 persen di 2017

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini