Penundaan Bagasi Pesawat Berbayar, Indef Sentil Ketidaktegasan Pemerintah

Sabtu, 9 Februari 2019 19:00 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Penundaan Bagasi Pesawat Berbayar, Indef Sentil Ketidaktegasan Pemerintah Ilustrasi Bagasi pesawat berbayar Lion Air. ©2018 humas lior air

Merdeka.com - Institute for Development Economy dan Finance (Indef) menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai tidak tegas terkait dengan pengenaan bagasi pesawat berbayar oleh maskapai. Hal tersebut terlihat dari tidak seragamnya penundaan pelaksanaan bagasi berbayar.

Peneliti Indef, Bhima Yudhistira, mengatakan jika dilihat maka maskapai yang menunda kebijakan tersebut adalah maskapai penerbangan milik negara alias BUMN. Sedangkan di maskapai swasta bagasi berbayar tetap jalan.

"Jadi ada maskapai yang disuruh setop dia patuh terutama maskapai pelat merah. Tapi ada juga yang tetap mengenakan bagasi berbayar," kata dia, saat ditemui, di Jakarta, Sabtu (9/2).

Sebagai informasi, Citilink Indonesia menunda kebijakan pemberlakuan bagasi berbayar yang semula akan di terapkan pada 8 Februari 2019. Sementara Maskapai Lion Air, masih tetap mengenakan bagasi berbayar kepada penumpang.

Hal ini, kata dia, tentu akan berimbas pada persaingan yang tidak sehat di dalam bisnis penerbangan. "Nah ini menciptakan persaingan yang tidak sehat. Ketidakhadiran regulasi dari pemerintah dan koordinasi yang buruk antara pemerintah dengan pelaku usaha penerbangan," tegasnya.

Dia menegaskan, bahwa pihaknya menitikberatkan analisa kebijakan bagasi pesawat berbayar pada dampak yang bakal dirasakan masyarakat. "Akhirnya dampak ke konsumen sendiri dan kita khawatir ketika terjadi pengurangan volume dimungkinkan adanya pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan yang berkaitan dengan bagasi. Nah ini nanti akan panjang," tandasnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini