Penjualan Ritel Pasca Lebaran Lesu, Penjualan Holiday Sale Ditarget Rp60 Triliun

Konsumsi rumah tangga masih menjadi motor penggerak ekonomi nasional dengan menyumbang 54,53 persen konsumsi masyarakat.

Kirom
Oleh Kirom - Reporter
Penjualan Ritel Pasca Lebaran Lesu, Penjualan Holiday Sale Ditarget Rp60 Triliun
Penjualan Ritel Pasca Lebaran Lesu, Penjualan Holiday Sale Ditarget Rp60 Triliun (Merdeka.com)

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) bersama Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Perdagangan dan Badan Pangan Nasional RI resmi membuka program Holiday Sale yang digelar selama periode libur sekolah 13 Juni-13 Juli 2025. 

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa konsumsi rumah tangga masih menjadi motor penggerak ekonomi nasional dengan menyumbang 54,53 persen konsumsi masyarakat. 

"Ke depan kita tetap menjaga konsumsi dalam negeri, antara lain dengan memberikan diskon transportasi, kereta 20 persen, angkutan laut ppn ditanggung pemerintah, dan diskon tarif tol 20 persen. Diskon ini diharapkan bisa mendorong trafik antar perdagangan dan kegiatan di perhotelan. Kami juga mendukung kegiatan di daerah seperti Jakarta, Solo, Bandung yang menggelar program Great Sale,” ucap dia dalam pidatonya di peremian kegiatan Holiday Sale 2025 di kawasan BSD, Tangerang Selatan, Jumat (13/6). 

Airlangga mengaku pemerintah juga terus mendorong kegiatan perekonomian dalam negeri dengan peningkatan daya beli masyarakat dengan pemberian bantuan sosial dan bahan pangan untuk 10 juta lebih masyarakat. 

Ketua Umum Aprindo, Solihin menegaskan bahwa holiday sale merupakan momentum kebangkitan ritel pasca ramadan dan libur panjang serta dukungan nyata terhadap UMKM.

"Kita tahu setelah Ramadan kemarin penjualan pasti terjadi penurunan, apalagi yang punya anak fokus membiayai dan mengurus anak-anak sekolah, oleh karena itu dengan program ini kebutuhan beberlanja makin meningkat dengan tidak mengurangi kebutuhan anak-anak sekolah," ujarnya. 

Menurut Ketua Umum Aprindo bahwa ritel memiliki peran strategis sebagai penghubung langsung antara UMKM dan konsumen. Dengan program Holiday Sale ini Aprindo menggandeng 300 merk yang ikut mendorong kegiatan potongan harga demi bangkitnya kegiatan usaha dari peritel dan pelaku UMKM. 

Aprindo kata Solihin menargetkan dapat meraup penjualan hingga Rp60 triliun dari program holiday sale tersebut. Meski diakuinya bahwa penjualan dan daya beli masyarakat saat ini terjadi penurunan tajam. 

"Target saya sampaikan Rp60 triliun sampai Juli. Tahun ini kita merasakan setelah festive ini tahun yang berat untuk itu kita bersama ritel, Kemendag, Menko Perekonomian, Badan Pangan untuk menarik kegiatan-kegiatan yang diharapkan memperkuat daya beli masyarakat. Sekarang ibu-ibu fokus untuk sekolah save money akan dilakukan itu tantangan buat kita," ujarnya. 

Rekomendasi