Penjelasan Kemenhub soal banyaknya maskapai alami keterlambatan
Merdeka.com - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso mengakui saat ini banyak penerbangan mengalami keterlambatan atau delay. Ini disebabkan kondisi cuaca yang buruk.
"Cuaca ekstrem kita menyadari badai yang namanya cantik itu ada cempaka, dahlia dan sebagainya kita sudah mengeluarkan IM (Intruksi Menteri) No 16 tahun 2017. IM memberikan guidence (panduan) kepada maskapai penerbangan kepada seluruh operator jangan terlalu mengandalkan harus provit atau harus terbang pada saatnya, jangan. Karena weather (cuaca) ini gak bisa dilawan," kata Agus, di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Selasa (19/12).
Agus menegaskan, kondisi cuaca merupakan hal yang tidak bisa dilawan dan diantisipasi. Oleh sebab itu, jika sudah ada peringatan cuaca buruk sebaiknya penerbangan jangan dulu dilakukan.
"Weather ini kita harus tunda dan mundur sedikit jangan paksakan kalau terbang. Tidak boleh mendarat manakala ada genangan air dan sebagainya, ini merupakan guidence dari IM No 16 tersebut," ujarnya.
Agus mengatakan, seluruh maskapai penerbangan harus menomorsatukan keselamatan penumpang meski harus melakukan penundaan jadwal keberangkatan (delay). "Mungkin dengan adanya cuaca ekstrem ada kurang kenyamanan penumpang mohon bersabar karena kami tidak membuat sengaja delay tetapi untuk memberikan suatu pelayanan kepada penumpang supaya keselamatan nomor satu kemudian kenyamanan ini nomor berikutnya," jelasnya.
Agus juga menyinggung delay yang terjadi akhir-akhir ini sebagai akibat erupsi Gunung Agung di Bali. Saat terjadi bencana alam gunung meletus, otomatis akan ada delay sebab ada pergeseran jadwal keberangkatan pesawat terbang.
"Harus kita cek juga supaya nanti kita memberikan suatu early warning (peringatan dini) supaya kalau ada masalah-masalah gunung meletus dan sebagainya yang akan mengakibatkan tertundanya pesawat terbang."
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya