Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division (JNT) mencatat adanya peningkatan lalu lintas tol Nataru yang signifikan. Peningkatan ini terjadi di lima ruas tol Regional Nusantara sejak H-7 hingga H-3 periode Nataru, yakni dari tanggal 18 hingga 22 Desember 2025. Total volume lalu lintas mencapai 992.940 kendaraan, menunjukkan kenaikan sebesar 5,29 persen dibandingkan volume normal.
Peningkatan ini mengindikasikan mobilitas masyarakat yang tinggi dalam menyambut libur akhir tahun. Data ini disampaikan oleh Senior General Manager Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division, Tyas Pramoda Wardhani, di Jakarta pada hari Selasa. Kenaikan volume kendaraan ini menjadi perhatian utama untuk memastikan kelancaran perjalanan para pengguna jalan tol.
Lima ruas tol yang mengalami lonjakan lalu lintas tersebut tersebar di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa. Jasa Marga terus memantau kondisi ini untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pengguna jalan. Persiapan matang telah dilakukan untuk mengantisipasi potensi kepadatan di berbagai titik.
Advertisement
Advertisement
Lonjakan Arus Kendaraan di Ruas Tol Sumatra
Di wilayah Sumatra, dua ruas tol utama menunjukkan peningkatan volume lalu lintas yang patut diperhatikan. Ruas Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera) mencatat total 403.523 kendaraan melintas, naik 0,9 persen dibandingkan volume lalu lintas normal yaitu 399.809 kendaraan. Peningkatan ini menunjukkan aktivitas perjalanan yang cukup stabil di sekitar Medan.
Berdasarkan data operasional, sebanyak 100.330 kendaraan melintas melalui Gerbang Tol (GT) Amplas menuju Kota Medan, angka ini meningkat 5,56 persen. Sementara itu, lalu lintas yang meninggalkan Kota Medan melalui GT Amplas mencapai 109.224 kendaraan, meningkat 6,47 persen. Data ini menegaskan peran penting GT Amplas sebagai akses utama keluar masuk kota.
Selanjutnya, Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) juga mengalami kenaikan signifikan dengan 85.894 kendaraan melintas, meningkat 12,7 persen dari volume normal 76.182 kendaraan. GT Kualanamu menjadi titik krusial dengan 27.792 kendaraan masuk dari arah Bandar Udara Internasional Kualanamu, naik 23,22 persen. Sebanyak 30.366 kendaraan tercatat menuju Bandar Udara Internasional Kualanamu melalui GT yang sama, meningkat 19,49 persen.
Advertisement
Advertisement
Kenaikan Signifikan di Tol Kalimantan dan Sulawesi
Di luar Pulau Jawa, peningkatan lalu lintas tol Nataru juga sangat terasa. Ruas Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) mencatat total volume lalu lintas 72.863 kendaraan, melesat 28,4 persen dibandingkan volume normal 56.743 kendaraan. Kenaikan ini menunjukkan geliat ekonomi dan mobilitas masyarakat yang tinggi di Kalimantan Timur.
Tidak ketinggalan, Ruas Tol Manado-Bitung (Mabit) di Sulawesi Utara juga mengalami lonjakan. Total volume lalu lintas di ruas ini mencapai 41.973 kendaraan, meningkat 28,3 persen dibandingkan volume normal 32.706 kendaraan. Peningkatan ini mencerminkan aktivitas perjalanan antar kota yang meningkat menjelang libur akhir tahun.
Kenaikan di kedua ruas tol ini menunjukkan bahwa tren mobilitas masyarakat untuk liburan Nataru tidak hanya terpusat di pulau-pulau besar. Infrastruktur tol yang memadai turut mendukung kelancaran perjalanan. Jasa Marga terus berupaya memastikan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.
Advertisement
Advertisement
Dampak Libur Nataru di Tol Jawa Tengah
Di Jawa Tengah, Ruas Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Segmen Kartasura-Prambanan mencatat peningkatan lalu lintas tol Nataru yang paling tinggi. Total volume lalu lintas di ruas ini mencapai 98.078 kendaraan, melonjak 37,3 persen dibandingkan volume normal 71.456 kendaraan. Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk berwisata ke Yogyakarta dan sekitarnya.
Data operasional menunjukkan, 55.917 kendaraan tercatat menuju Yogyakarta melalui GT Prambanan, meningkat drastis 53,41 persen dari volume normal 36.450 kendaraan. Sementara itu, 51.823 kendaraan meninggalkan Yogyakarta melalui GT Prambanan, naik 35,52 persen. GT Prambanan menjadi salah satu gerbang tol tersibuk selama periode ini.
Peningkatan signifikan ini menggarisbawahi pentingnya persiapan dan manajemen lalu lintas yang efektif. Jasa Marga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan. Hal ini dilakukan demi menjamin kelancaran arus mudik dan balik selama periode libur panjang Nataru 2025/2026.
Advertisement
Sumber: AntaraNews