Penggunaan produk impor perlu ditekan
Merdeka.com - Pemerintah terus mengimbau agar kinerja impor dapat ditekan agar defisit perdagangan bisa dikurangi.
Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati menuturkan, sudah disepakati oleh seluruh instansi pemerintahan agar dalam kegiatannya mengedepankan penggunaan barang domestik.
"Misalnya, kalau ada rapat coba hidangannya diganti menggunakan singkong rebus, ubi rebus daripada menghidangkan anggur atau jeruk impor," ujar Anny di gedung DPR, Kamis (5/7).
Pemerintah, kata dia, juga terus berupaya meningkatkan daya saing produk lokal dengan memperbaiki dan meningkatkan sektor infrastruktur dalam negeri. Tujuannya untuk mempermudah distribusi logistik nasional. Kemudahan dalam mengakses produk lokal diyakini bisa menekan impor.
"Karena kalau barangnya (lokal) bisa kita kirim lebih cepat dan murah sehingga punya kompetisi yang baik dengan barang-barang impor," tuturnya.
Dia menyebutkan, salah satu impor terbesar Indonesia adalah bahan bakar minyak (BBM). Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah terus mendorong PT Pertamina untuk menggunakan produksi minyak dalam negeri terlebih dahulu.
"Tetapi kita tahu juga demand kita tinggi maka dengan kecepatan penggunaan crude domestik tidak bisa mengimbangi, sehingga tetep diperlukan impor produknya," ucapnya.
(mdk/oer)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya