Pengertian Suku Bunga Acuan Bank Indonesia dan Dampaknya ke Masyarakat

Jumat, 23 September 2022 12:10 Reporter : Yunita Amalia
Pengertian Suku Bunga Acuan Bank Indonesia dan Dampaknya ke Masyarakat Gedung Bank Indonesia. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Masyarakat yang memiliki cicilan atau menggunakan kartu kredit harus bersiap diri saat Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis poin (bps). Kenaikan suku bunga acuan yang ditetapkan BI sebelumnya 3,75 persen, menjadi 4,25 persen.

Selain itu, BI juga mengerek suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 3,50 persen. Hal yang sama juga berlaku untuk suku bunga Lending Facility dengan kenaikan sebesar 50 bps menjadi 5 persen persen.

Bagi masyarakat yang belum populer terhadap kondisi ini mempertanyakan apa yang dimaksud dengan suku bunga acuan, dan apa dampak terhadap kehidupan sehari-hari?

Naik atau turunnya suku bunga acuan merupakan kewenangan dari Bank Indonesia. Suku bunga acuan adalah besaran bunga yang ditetapkan setiap bulannya oleh bank sentral sebagai acuan berbagai produk pinjaman bank dan lembaga keuangan lainnya.

Secara sederhana, suku bunga bank juga dapat diartikan sebagai balas jasa yang diberikan bank kepada nasabah yang membeli atau menjual produknya. Bunga juga dapat diartikan sebagai harga yang harus dibayarkan oleh bank kepada nasabah (yang memiliki simpanan) dan harga yang harus dibayar oleh nasabah kepada bank (jika nasabah yang memperoleh fasilitas pinjaman).

Bunga bank bisa dibedakan ke dalam dua jenis, yaitu bunga simpanan dan bunga pinjaman. Bunga simpanan adalah balas jasa dari bank kepada nasabah atas jasa nasabah menyimpan uangnya di bank. Sedangkan bunga pinjaman adalah balas jasa yang ditetapkan bank kepada peminjam atas pinjaman yang didapatkannya.

2 dari 3 halaman

Dampak Kenaikan Suku Bunga

Dampak dari kenaikan suku bunga acuan yang ditetapkan BI bisa positif ataupun negatif.

Menurut BI sisi positif atas kenaikan suku bunga acuan yaitu;

1. Menguatnya sinyal kebijakan moneter dengan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebagai acuan utama di pasar keuangan.

2. Meningkatnya efektivitas transmisi kebijakan moneter melalui pengaruhnya pada pergerakan suku bunga pasar uang dan suku bunga perbankan.

3. Terbentuknya pasar keuangan yang lebih dalam, khususnya transaksi dan pembentukan struktur suku bunga di Pasar Uang Antar Bank (PUAB) untuk tenor 3-12 bulan.

3 dari 3 halaman

Dampak ke Masyarakat

Di satu sisi, kenaikan ini juga menjadi pukulan keras bagi masyarakat khususnya pada sektor riil. 

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menyampaikan, adanya kenaikan suku bunga secara otomatis akan menambah alokasi anggaran yang harus dikeluarkan masyarakat yang memiliki kredit atau pinjaman untuk usaha. 

Diprediksi, beberapa bulan ke depan merupakan masa-masa gelap yang harus dijalani pemilik kredit.

"Untuk kredit konsumsi seperti KPR dan kredit kendaraan bermotor dalam beberapa bulan ke depan akan memasuki awan cukup gelap. Bank harus bersiap cari cara agar nasabah KPR masih tertarik meminjam," ujar Bhima.

Prediksi Bhima sepertinya tergambar dengan rencana Bank Tabungan Negara (BTN) untuk menaikan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR). 

Direktur Utama BTN, Haru Koesmahargyo menyampaikan, potensi itu dikemukakan seiring adanya peluang suku bunga acuan dan suku bunga pinjaman kembali mengalami kenaikan.

"Nanti kira-kira ada kemungkinan naik? Ada. Kapan? Ketika suku bunga simpanan ikut naik maka tentu kita sesuaikan," ujar Haru saat ditemui di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (6/9). [idr]

Baca juga:
Siap-Siap, Bunga Pinjaman UMKM Bakal Naik Tajam
Suku Bunga BI Naik, Siap-Siap Cicilan KPR dan Kendaraan Bermotor Lebih Mahal
Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,25 Persen
Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed Bikin Rupiah Melemah ke Rp15.008 per USD
Ciri-ciri Bunga Melati, Aroma Semerbaknya begitu Khas dan Wangi Banget
BTN Beri Sinyal Naikkan Suku Bunga KPR
Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan Berpotensi Menurun, Ini Sebabnya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini