Pengeboran Ilegal dan Pencurian Minyak Tetap Marak Meski Kerap Ditertibkan

Senin, 4 Februari 2019 17:26 Reporter : Merdeka
Pengeboran Ilegal dan Pencurian Minyak Tetap Marak Meski Kerap Ditertibkan Dirjen Minyak dan Gas ESDM Djoko Siswanto. ©2018 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Pemerintah kualahan dalam menertibkan pengeboran minyak ilegal (ilegal drilling) dan pencurian dengan melubangi pipa (ilegal tapping). Hal tersebut tercermin masih maraknya aksi tersebut.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Djoko Siswanto, mengatakan pengeboran ilegal sumur minyak merupakan tindakan pidana. Sebab, selain tanpa memiliki izin, kegiatan pemboran membahayakan karena tidak mempertimbangkan faktor keamanan dan lingkungan.

"Ilegal driling merupakan permasalahan sektor migas jadi tantangan pemerintah. Menurut peraturan dan perundangan tidak memiliki izin sebagai tindakan pidana," kata Djoko, saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/2).

Menurut Djoko, penanganan pengeboran minyak ilegal pun telah dilakukan, pada 2017, sebanyak 126 pengeboran minyak ilegal ditutup di Sumatera Selatan, sedangkan di Kabupaten Blora dan Bojonegoro telah diarahkan ke pengusahaan sumur tua melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), bekerja sama dengan PT Pertamina EP sesuai Peraturan Menteri ESDM no. 1 Tahun 2008.

Djoko melanjutkan, sebanyak 110 sumur illegal di WK Techwin Benakat South Betung Ltd telah berhasil ditutup. Namun, dari beberapa sumur ilegal yang telah berhasil ditangani, masih banyak sumur-sumur ilegal yang beroperasi dan marak di lapangan.

Bahkan terdapat indikasi seperti di Jambi, sebagian sumur-sumur yang telah ditutup di WK PT Pertamina EP Asset 1, dibuka kembali oleh oknum penambang, sehingga sumur ilegal diperkirakan bertambah menjadi 82 titik, dari yang semula berjumlah 49 sumur ilegal dan telah berhasil ditutup.

"Terlepas sumber illegal drilling yang sudah ditutup pencurian minyak masih banyak yang beroperasi dan marak di lapangan," tandas Djoko.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini