Pemerintah Kota Semarang secara konsisten mendorong Koperasi Merah Putih untuk menjalin kolaborasi erat dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Inisiatif ini bertujuan mengembangkan potensi ekonomi di masing-masing wilayah. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menekankan pentingnya sinergi ini dalam membangun kemandirian ekonomi.
Sebagai contoh nyata, kegiatan Bazar Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Pasar Rakyat Bangetayu Kulon menjadi model percontohan. Bazar ini berhasil menyatukan aktivitas ekonomi ratusan pelaku UMKM dengan program penyediaan pangan murah dari Koperasi Merah Putih. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain.
Agustina Wilujeng Pramestuti memberikan apresiasi tinggi kepada warga Kelurahan Bangetayu Kulon dan Koperasi Merah Putih atas kerja sama strategis ini. Ia berharap model integrasi antara koperasi dan basis ekonomi kerakyatan dapat terus berkembang. Langkah ini dinilai efektif untuk menekan angka inflasi serta meningkatkan daya beli masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi antara Koperasi Merah Putih dan UMKM lokal di Semarang menjadi fokus utama Pemerintah Kota Semarang. Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti menyoroti keberhasilan Bazar Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Pasar Rakyat Bangetayu Kulon. Acara tersebut menggabungkan ratusan pelaku UMKM dengan program pangan murah yang diselenggarakan koperasi.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar bazar, melainkan sebuah perwujudan nyata dari integrasi koperasi dengan ekonomi kerakyatan. Agustina menyatakan, "Apresiasi setinggi-tingginya kepada warga Kelurahan Bangetayu Kulon dan Koperasi Merah Putih atas kolaborasi strategis ini. Semoga menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam mengintegrasikan koperasi dengan basis ekonomi kerakyatan."
Ketua Paguyuban Pasar Rakyat, Walid, menjelaskan bahwa kegiatan ini menandai sinergi strategis antara Pasar Rakyat yang telah ada empat tahun dengan koperasi yang baru terbentuk. Koperasi ini berperan menyediakan sembako terjangkau bagi masyarakat. Semangat pemberdayaan UMKM menjadi inti dari kolaborasi ini, dimulai dari 20 lapak hingga kini mencapai 250 lapak.
Advertisement
Walid menambahkan, "Tujuan kami dulu pertama kali membangun adalah mengumpulkan UMKM yang kita berdayakan di satu tempat. Alhamdulillah dari 20 lapak sampai hari ini sudah 250, dan masih ada sekitar 75 pelapak lagi yang mengantre karena keterbatasan tempat." Ini menunjukkan antusiasme tinggi dari pelaku UMKM untuk berpartisipasi.
Advertisement
Pemerintah Kota Semarang sangat mendukung keberlanjutan pasar rakyat yang berkolaborasi dengan Koperasi Merah Putih. Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti menekankan bahwa perputaran ekonomi sirkular yang terjadi setiap minggu di pasar rakyat sangat efektif. Hal ini krusial untuk menekan angka inflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat secara berkelanjutan.
Agustina menjelaskan, "Pasar rakyat ini rutin berjalan setiap, berarti ada ekonomi sirkular yang berputar. Masyarakat bisa jalan sehat lalu jajan, ini memastikan inflasi bisa ditekan dan pertumbuhan ekonomi tetap baik." Pernyataan ini menegaskan peran penting pasar rakyat dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal.
Selain itu, Pemkot Semarang juga berkomitmen mendukung infrastruktur untuk aktivitas UMKM. Anggaran sekitar Rp40 miliar telah dialokasikan untuk penanganan banjir di wilayah Genuk. Ini bertujuan menjamin kenyamanan dan kelancaran kegiatan ekonomi warga, termasuk para pelaku UMKM.
Advertisement
Wali Kota Agustina juga mendorong percepatan pembangunan fisik, termasuk infrastruktur jalan di wilayah Genuk. Ia meminta Camat setempat untuk segera mengajukan usulan pengerasan jalan. "Saya minta Pak Camat segera ajukan usulan pengerasan jalan agar nantinya bisa digunakan maksimal untuk lapak UMKM kita," kata Agustina.
Advertisement
Kawasan Bangetayu Kulon, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Demak, telah bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi lokal yang sangat dinamis. Ratusan pelaku UMKM dari Genuk dan sekitarnya berpartisipasi aktif dalam bazar ini. Mereka menjajakan beragam produk, mulai dari kuliner hingga kebutuhan rumah tangga.
Bazar Koperasi Kelurahan Merah Putih tidak hanya menjadi wadah bagi UMKM, tetapi juga menawarkan solusi pangan terjangkau bagi masyarakat. Tersedia paket sembako serba Rp30.000 dan Rp75.000 untuk meringankan beban belanja warga. Penjualan Minyakita seharga sekitar Rp15.000 juga menjadi daya tarik tersendiri.
Penawaran harga khusus ini sangat membantu warga menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok, terutama menjelang bulan suci Ramadan 1447 H. Inisiatif ini menunjukkan peran Koperasi Merah Putih dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Hal ini sekaligus mendukung daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews