Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, akan menyelenggarakan sebuah ajang kompetisi penting pada Maret 2026. Lomba Ketahanan Pangan antar-Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ini bertujuan untuk mengapresiasi serta memotivasi kinerja BUMDes di wilayah tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong inovasi dan pengelolaan usaha desa yang lebih baik.
Ajang bergengsi ini akan diikuti oleh perwakilan BUMDes terpilih dari setiap kecamatan di Tulungagung. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung menjadi inisiator utama di balik penyelenggaraan lomba ini. Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi dan Lingkungan DPMD, Wahyu Yuniarko, menyatakan bahwa lomba ini adalah bentuk penghargaan atas keberhasilan BUMDes.
Lomba ini dirancang untuk mengevaluasi sekaligus memberikan pengakuan kepada BUMDes yang telah menunjukkan dedikasi dalam program ketahanan pangan. Melalui kompetisi ini, diharapkan muncul BUMDes-BUMDes unggulan yang dapat menjadi contoh bagi pengembangan ekonomi desa lainnya. Ini juga menjadi momentum penting bagi penguatan sektor pangan di tingkat lokal.
Advertisement
Advertisement
Kriteria Penilaian dan Tujuan Lomba Ketahanan Pangan BUMDes
Lomba Ketahanan Pangan BUMDes yang akan digelar Pemkab Tulungagung ini memiliki kriteria penilaian yang komprehensif. Indikator utama mencakup legalitas BUMDes, penataan kelembagaan yang baik, serta manajemen usaha. Kesesuaian pelaksanaan program ketahanan pangan dengan pedoman yang telah ditetapkan juga menjadi fokus penilaian penting.
Wahyu Yuniarko menjelaskan bahwa tidak semua BUMDes akan berpartisipasi langsung. Setiap kecamatan hanya akan memilih satu BUMDes terbaik sebagai perwakilan untuk mengikuti ajang Lomba Ketahanan Pangan BUMDes ini. Proses seleksi ini memastikan bahwa hanya BUMDes dengan kinerja terbaik yang akan bersaing.
Tujuan utama dari lomba ini adalah untuk memotivasi para pengelola BUMDes agar terus meningkatkan kinerja dan inovasi usaha desa mereka. Dengan adanya apresiasi ini, diharapkan semangat untuk mengembangkan sektor ketahanan pangan di desa semakin tumbuh. Ini juga menjadi ajang evaluasi untuk melihat sejauh mana program ketahanan pangan telah berjalan efektif.
Advertisement
Advertisement
Peran BUMDes dalam Penguatan Ketahanan Pangan Lokal
Sebanyak 257 BUMDes di Kabupaten Tulungagung telah aktif menjalankan sektor usaha baru di bidang ketahanan pangan. Beragam jenis usaha telah dikembangkan, meliputi pertanian, peternakan, dan perikanan. Keberadaan unit usaha ini menunjukkan komitmen BUMDes dalam mendukung ketersediaan pangan di tingkat desa.
Pengembangan usaha ketahanan pangan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat yang mendorong BUMDes untuk berperan aktif dalam penguatan ekonomi desa, khususnya di sektor pangan. Inisiatif ini sejalan dengan upaya nasional untuk mencapai kemandirian pangan.
Meskipun program ini baru dimulai sejak Oktober 2025, sejumlah BUMDes di Tulungagung telah menunjukkan capaian yang signifikan. Mereka berhasil menjalankan program ketahanan pangan dengan baik, memberikan dampak positif bagi masyarakat desa. Keberhasilan ini menjadi bukti potensi besar BUMDes dalam menggerakkan perekonomian lokal.
Advertisement
Advertisement
Apresiasi dan Evaluasi Melalui Lomba BUMDes
Capaian positif dari BUMDes dalam mengelola program ketahanan pangan mendorong DPMD Tulungagung untuk mengadakan lomba ini. Lomba Ketahanan Pangan BUMDes ini tidak hanya sebagai ajang apresiasi, tetapi juga sebagai sarana evaluasi. Melalui evaluasi ini, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi praktik terbaik dan area yang memerlukan perbaikan.
Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan iklim kompetisi yang sehat antar-BUMDes, mendorong mereka untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pengelolaan usaha. Dengan demikian, BUMDes dapat semakin mandiri dan berkontribusi lebih besar terhadap kesejahteraan masyarakat desa. Ini adalah langkah strategis untuk pembangunan berkelanjutan.
Lomba ini juga menjadi platform untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan antar-pengelola BUMDes. BUMDes yang berhasil dapat membagikan strategi mereka, sementara yang lain dapat belajar dari praktik terbaik. Kolaborasi semacam ini penting untuk mempercepat pengembangan sektor ketahanan pangan di seluruh Tulungagung.
Advertisement
Sumber: AntaraNews