Pemerintah Tetapkan Anggaran PC-PEN di 2022 Sebesar Rp294,8 Triliun

Selasa, 24 Agustus 2021 15:39 Reporter : Dwi Aditya Putra
Pemerintah Tetapkan Anggaran PC-PEN di 2022 Sebesar Rp294,8 Triliun Menko Airlangga Hartarto. ©2019 Foto: Lutfi/Humas Ekon

Merdeka.com - Pemerintah akan melanjutkan program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) di 2022, sebagai antisipasi perluasan terhadap dampak Covid-19 yang memerlukan anggaran tambahan. Nantinya, program tersebut akan fokus kepada penanganan kesehatan dan perlindungan masyarakat.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto mengatakan, total anggaran yang diperlukan untuk program ini sebesar Rp294,8 triliun. Di mana jumlah itu terdiri dari kesehatan Rp148,1 triliun dan perlindungan masyarakat Rp153,7 triliun.

"Jadi pemerintah tetap menyediakan utamanya untuk sektor kesehatan dan perlindungan masyarakat," kata Airlangga, dalam dialog Upaya Bersama Memutus Pandemi Covid-19 dan Membangkitkan Ekonomi, Selasa (24/8).

Anggaran ini pun sangat rendah jika dibandingkan alokasi progam PC-PEN di tahun ini. Di mana, sampai dengan akhir tahun pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp744,7 triliun.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan memutuskan menambah anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) tahun ini menjadi Rp744,75 Triliun. Anggaran ini naik 6,4 persen jika dibandingkan pagu anggaran sebelumnya yang dipatok Rp699,43 triliun.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, peningkatan anggaran tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan anggaran untuk penanganan lonjakan kasus Covid-19. Peningkatan utamanya diperuntukkan untuk bidang kesehatan dan perlindungan sosial.

"Untuk program penanganan covid-19 dan PEN sekarang dengan keputusan yang tadi telah disetujui oleh Bapak Presiden (Joko Widodo) akan naik menjadi Rp744,75 triliun," katanya dalam Konferensi pers virtual, ditulis Minggu (18/7).

Jika dirinci alokasi anggaran terbesar masih untuk kesehatan, yakni mencapai Rp214,95 triliun. Jumlah itu naik dari anggaran yang disampaikan dalam sidang kabinet (sidkab) sebelumnya sebesar Rp193,9 triliun.

Anggaran baru itu telah menampung perkiraan tambahan untuk kenaikan klaim pasien Covid-19, penambahan rumah sakit darurat, hingga percepatan vaksinasi yang berkaitan dengan penebalan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dari intercept earmark TKDD.

"Anggaran kesehatan karena ada kenaikan jumlah pasien positif covid-18 kita akan tambah anggaran bidang kesehatan lagi," jelasnya. [azz]

Baca juga:
Sri Mulyani: Pemerintah Terus Lakukan Perbaikan dalam Penanganan Covid-19
Pengusaha Sentil Penyerapan Anggaran PEN Pemerintah Masih Rendah
Sri Mulyani: Dari Sisi Penerimaan Pajak, Ekonomi Masih Belum Sembuh
Realisasi Anggaran PEN Capai Rp326 Triliun per 20 Agustus 2021
Menkeu Sri Mulyani: Varian Delta Tahan Laju Pemulihan Ekonomi Semester II-2021
Rupiah Menguat Dipengaruhi Optimisme Pasar Terhadap Pemulihan Ekonomi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini