Pemerintah Tawarkan Proyek Investasi ke Uni Emirat Arab
Merdeka.com - Menteri Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan mengatakan, persiapan kerja sama Indonesia dengan Uni Emirat Arab (UEA) sudah hampir rampung. Dia menjelaskan, ada banyak sektor yang akan ditawarkan, seperti energi, pendidikan, hingga pertanian.
"Tadi semua (persiapan) sudah beres 95 persen," kata Luhut di kantornya, Jakarta, Selasa (10/12).
Meski demikian, Luhut enggan membeberkan potensi investasi yang bakal diterima Indonesia dari Uni Emirat Arab. "Kalau angka-angkanya enggak enak. Tapi cukup lumayan besar," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang juga hadir dalam rapat tersebut mengatakan, rapat tersebut hanya membahas tentang persiapan tandatangan investasi di Abu Dhabi beberapa waktu mendatang. Seperti arahan Presiden Joko Widodo kata Ridwan, akan banyak proyek yang ditawarkan.
"Banyak banget proyek energi pertamina, PLN, bahkan sampai proyek perkebunan," ujar Emil sapaan Ridwan di Kantor Kementerian Bidang Maritim dan Investasi di Jakarta.
Tak hanya itu, sebagai orang nomor satu di Jawa Barat, Emil juga membawa paket investasi senilai Rp113 triliun. Investasi itu untuk sejumlah proyek seperti pembangunan ini ibukota provinsi baru di Rebana, proyek PLTS Cirata senilai Rp50 triliun, pusat konvensi dan sampah untuk energi.
"Semua (proyek) digabung, ada BUMN dan Pemda," kata Emil.
Investasi di Sektor Pendidikan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenteri Agama Fachrul Razi mengatakan, Uni Emirat Arab akan berinvestasi dalam membangun sekolah madrasah tsanawiyah atau setingkat SMP. Nantinya, ada 160 sekolah yang akan dibangun di seluruh Indonesia.
"Kalau kami di bidang pendidikan di madrasah akan dilakukan di 160 madrasah di seluruh Indonesia," kata Fachrul di Kantor Kementerian Bidang Maritim dan Investasi, Jakarta, Selasa (10/12).
Namun, terkait nilai investasi dia belum mau menyebutkan, karena belum dibahas secara detail.
Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Husin Bagis menuturkan investasi yang tengah direncanakan Indonesia dengan UEA tak hanya soal bisnis. Di bidang pendidikan, akan ada kerja sama berupa sumbangan perlengkapan teknologi pendidikan seperti iPad untuk belajar.
Pada tahap pertama akan ada seribu penerimaan manfaat dalam program tersebut, baik untuk siswa di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maupun siswa di bawah Kementerian Agama dan pesantren.
"Pembagian saya enggak tahu. Tapi ada untuk pesantren, sekolah biasa," tutupnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya