Pemerintah Tambah Sektor Industri Dapat Diskon Harga Gas

Kamis, 13 Februari 2020 16:36 Reporter : Merdeka
Pemerintah Tambah Sektor Industri Dapat Diskon Harga Gas pipa gas. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-Ma'ruf Amin akan memperluas jangkauan industri yang mendapat harga gas bumi pada kisaran USD 6 per MMBTU. Penyesuaian ini merupakan amanat dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2016.

Saat ini, ada 7 sektor industri yang berhak menerima distribusi harga gas murah. Di antaranya sektor pupuk, petrokimia, baja, keramik, kaca, sarung tangan karet (glove), dan oleokimia.

"Nanti akan ada penyesuaian. 7 sektor ini akan kita utamakan. Nanti ada beberapa sektor yang kita masukkan," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Kamis (13/2).

Menteri Agus menyebutkan, salah satu sektor yang direncanakan akan ikut mendapat subsidi harga gas USD 6 MMBTU yakni industri karet.

"Sekarang yang mendapat manfaat gas USD 6 itu kan disebutnya industri sarung tangan. Nanti akan kita revisi lagi industri karet sendiri, karena karet pada dasarnya memang butuh gas," tuturnya.

Kendati begitu, dia belum bisa memastikan sektor mana saja yang nantinya bisa mendapat harga gas murah. Pemerintah saat ini tengah meraba industri mana saja yang bakal diberikan subsidi tersebut.

"Kita lihat nanti penambahan. Kan tadi satu yang saya bilang karet. Saya tidak bisa menyatakan ada 3, 5, 10 (industri). Enggak bisa. Tapi sekarang sedang kita pelajari industri-industri mana yang memang membutuhkan gas, nanti kita masukin," pungkas dia.

1 dari 1 halaman

Harga Gas Ditargetkan Turun

ditargetkan turun rev1

Pemerintah sedang mengkaji tiga opsi untuk menurunkan harga gas industri. Yaitu harga gas khusus Dalam Negeri (Domestic Market Obligation/DMO), pengurangan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari proses penjualan gas dan membebaskan industri impor gas.

"Sedang kita exercise (opsi penurunan harga gas)," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (7/1).

Luhut mengatakan, harga gas untuk industri ditargetkan bisa turun menjadi USD 6 per MMBTU. Dia pun akan melaporkan hasil evaluasi ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada awal Maret 2019.

"Saya janji lapor presiden Maret awal harus selesai," ujarnya.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia mengungkapkan, penurunan harga gas ini agar industri dalam negeri lebih kompetitif dalam menghasilkan produknya.

"Kemarin kita sudah rapat sudah jelas arahannya bahwa 3 bulan lagi kita minta harga industri itu gas itu $6 per MMBTU supaya produk industri bisa kompetitif. sedang dihitung SDM, PPH Migas untuk bagaimana melakukan penyesuaian migas terhadap cost mereka agar harga jual," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Isu Kenaikan Harga Gas Elpiji 3 Kg Buat Para Menteri Jokowi Heran
DPR Sindir BPH Migas Masih Pungut Iuran Penyaluran Gas
Bukan Virus Corona, Tingginya Harga Gas Pengaruhi Pertumbuhan Industri
DPR Minta Pemerintah Kaji Mendalam soal Rencana Penurunan Harga Gas
Ekonom Bank Permata: PGN akan Alami Dampak Negatif, bila Harga Gas Industri Turun
Turunkan Harga Gas Jadi USD 6, PGN Evaluasi Biaya Distribusi
Antisipasi Industri Migas Rugi, Pemerintah Diminta Kaji Dampak Penurunan Harga Gas

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini