Pemerintah Sebut SBN Ritel Investasi Aman dan Menguntungkan, ini Alasannya

Senin, 4 Oktober 2021 11:59 Reporter : Anisyah Al Faqir
Pemerintah Sebut SBN Ritel Investasi Aman dan Menguntungkan, ini Alasannya Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman. ©2021 Merdeka.com/Tira Santia Santia

Merdeka.com - Sejak 2018, pemerintah telah membuat platform e-SBN untuk memudahkan investor ritel berinvestasi. Surat Berharga Negara (SBN) sudah ditawarkan secara online sebagai alternatif investasi yang aman, mudah dan menguntungkan. Sekaligus membantu pemerintah dalam pembiayaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"SBN ritel ini dengan online, e-SBN. Tujuan pembangunan platform ini untuk memudahkan investor dalam investasi di SBN ritel," kata Direktur Jenderal PPR, Kementerian Keuangan, Luky Alfirman dalam virtual launching ORI020, Jakarta, Senin, (4/10).

Luky menyebut SBN menjadi instrumen investasi yang paling aman. Sebab, pembayaran pokoknya sudah dianggarkan pemerintah dalam APBN setiap tahun. Tentunya, kata dia instrumen SBN menguntungkan dengan imbal hasil yang kompetitif.

"Kenapa aman, karena pembayaran pokok ini disediakan dananya setiap tahun. Menguntungkan enggak? tentu saja, imbal hasil yang kompetitif," kata dia.

Penawaran SBN ritel melalui platform ini juga sangat terasa manfaatnya selama pandemi Covid-19. Sebab di tengah pembatasan aktivitas masyarakat, SBN ritel masih bisa diakses kapan dan di mana saja.

"Dengan tersedianya instrumen ini, pemerintah berhasil mengumpulkan generasi milenial yang suka kenyamanan, kepraktisan dan kemudahan dalam berinvestasi. Berbekal gawai, dimana saja dan kapan saja, milenial bisa berinvestasi ritel," kata dia

Penerbitan secara online ini pun disambut antusias masyarakat. Tercermin dari meningkatkan pertumbuhan SBN ritel dari sisi dana yang terkumpul dan jumlah investor baru. Pada penawaran SBN ritel ORI019 tercatat investor dari generasi milenial mencapai 37,5 persen. Begitu juga pada SBR010, investor milenial mendominasi hingga 46,1 persen.

"Terbukti (investor milenial pada ) ORI019 mencapai 37,5 persen dari total investor. Bahkan pada SBR010, milenial mendominasi sampai 41,6 persen," kata dia mengakhiri.

2 dari 2 halaman

Tingkatkan Literasi Keuangan

keuangan

Luky Alfirman mengatakan Pemerintah bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap instrumen dan industri Keuangan.

Di antaranya melalui berbagai program edukasi, sosialisasi, diseminasi, seminar dan lainnya, juga dilakukan melalui perluasan dan akses layanan informal ke seluruh lapisan masyarakat.

"Salah satu kebijakan pemerintah saat ini dalam upaya meningkatkan partisipasi investor individu dalam negeri khususnya investor kecil adalah melalui penerbitan instrumen SBN ritel," kata Luky dalam pembukaan masa penawaran ORI020, Senin (4/10).

Penerbitan SBN ritel online, menurutnya, disambut baik oleh masyarakat. Terbukti dengan pertumbuhan jumlah investor yang luar biasa. Umumnya ditandai dengan peningkatan dari sisi nilai dana yang terkumpul serta jumlah investor khususnya investor baru.

"Dengan tersedianya instrumen investasi yang mudah diakses pemerintah juga berhasil menarik generasi milenial yang menyukai kenyamanan dan kepraktisan dan kemudahan berinvestasi," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Kemenkeu Beberkan Tips Investasi Aman dengan 2R2L
Sekitar 100 Startup Indonesia Raih Total Pendanaan US$ 3,8 Miliar di Semester I
Mendag Lutfi Harap RI Mampu Tarik Investor Lewat Internasional Expo 2020 di Dubai
Tips Memulai Investasi untuk Pemula
Australia Tertarik Ikut Kembangkan Industri Mobil Listrik di Indonesia
Eropa Disebut Mulai Lirik Indonesia Sebagai Lokasi Tujuan Investasi
Bappenas Sebut 75 Persen Investor Tertarik pada Investasi Industri Hijau

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini