Pemerintah Optimalkan Balai Pelatihan Dukung Industri Fashion

Sabtu, 12 Oktober 2019 19:34 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Pemerintah Optimalkan Balai Pelatihan Dukung Industri Fashion Hanif Dhakiri. ©2014 merdeka.com/Gede Nadi Jaya

Merdeka.com - Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri menyebut industri fashion bersaing ketat dengan industri kuliner dalam menyumbangkan produk domestik bruto (PDB) dari sub-sektor ekonomi kreatif.

"Industri fashion ini penyumbang nomor dua terbesar di Indonesia setelah kuliner. Untuk fashion sengaja terus dikembangkan karena memiliki kekayaan budaya," kata Menteri Hanif di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Semarang, Sabtu (12/10).

Dia menyebut karena industri fashion berkontribusi besar terhadap ekonomi nasional begitu besar, pihaknya terus berupaya menggerakkan industri kreatif Tanah Air terutama di bidang fashion.

Langkah yang dilakukan Kementerian Ketenagakerjaan adalah dengan mengembangkan balai-balai pelatihan di beberapa daerah.

"Pemerintah sudah dua tahun ini terus upgrading terhadap balai-balai pelatihan kerja khususnya di bidang fashon. di Semarang, fashion technology sudah berkembang bagus. Tempo hari ikut fashion show di Paris. Ini tentu menumbuhkan optimisme bagi kita hingga ekonomi kreatif berkembang dan berkontribusi Indonesia," ungkap Menteri Hanif.

Industri fashion punya potensi besar dalam pertumbuhan ekonomi dan memeratakan kemakmuran rakyat. Lewat balai-balai pelatihan, Kementerian Tenaga Kerja ingin menciptakan anak-anak muda yang bisa berkreasi, produksi, dan memasarkan produk-produk industri fashion.

"Sementara ini baru Semarang yang jadi model. Setelah dua tahun hasilnya bagus karena sudah beberapa kali fashion show di Jakarta, Paris, dan tempat-tempat lain. ke depan daerah-daerah yang sesuai dengan spirit fashion akan kita kembangkan," jelasnya.

Menteri Hanif menambahkan pihaknya tahun ini sudah melatih 1.800 orang menjadi calon desainer. Dia berharap peserta yang pernah ikut pelatihan desain bisa mengembangkan bakal mereka di industri fashion.

"Di industri setidaknya jadi asisten desainer. Tentu ini akan meningkatlan karir anak-anak kita. Jadi lulusan SMA, SMK, atau yang tidak sekolah pun boleh ikut pelatihan karena fashion tidak membutuhkan basis ilmu tertentu yang harus bagus," tandasnya. [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini