Pemerintah Diminta Perketat Protokol Kesehatan di Berbagai Sektor

Senin, 3 Mei 2021 14:16 Reporter : Anisyah Al Faqir
Pemerintah Diminta Perketat Protokol Kesehatan di Berbagai Sektor Mall Kota Kasablanka. ©Liputan6.com/Ayu Lestari

Merdeka.com - Pemerintah tengah berupaya untuk mencegah masyarakat melakukan perjalanan dalam rangka mudik Lebaran 1444 Hijriah. Salah satunya dengan memperketat jalur-jalur utama dan jalur alternatif yang biasa digunakan masyarakat.

Menanggapi itu, Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno menilai, kebijakan tersebut juga harus diikuti dengan pengetatan di beberapa titik seperti rest area.

"Umpamanya untuk rest area ini maksimal 50 persen," kata Djoko saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Senin (3/5).

Dia menilai, saat ini pemerintah terlalu fokus pada aturan mobilitas menjelang Lebaran. Tetapi, beberapa kebijakan sudah mulai hilang dan terlupakan. Semisal pembatasan penggunaan rest area dengan keterisian 50 persen yang sudah berkurang.

"Sudah ada beberapa pengendoran di beberapa sektor. Ini sisi kelemahannya," kata dia.

Selain itu, kebijakan razia masker dan kampanye penggunaan masker juga ikut kendor. Kebijakan yang dinilai baik ini terlihat sudah tidak dijalankan oleh pemerintah daerah. Pembatasan operasional restoran yang dibuat lebih malam tidak diiringi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Razia masker ini sudah berkurang, padahal ini harus tetap ada. Di daerah bahkan pelaksanaannya sudah tidak lagi terlihat," ungkapnya.

Djoko menilai kendornya berbagai upaya pemerintah ini tidak terlepas dari keterbatasan anggaran. Sebab sudah banyak anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk pengendalian virus Covid-19.

"Ini tidak terlepas dari keterbatasan anggaran, karena anggaran berkurang," kata dia.

Untuk itu dia meminta semua pihak turut membantu pemerintah. Kembali mengkampanyekan protokol kesehatan kepada masyarakat. [idr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini