Pemerintah Cari Cara Genjot Ekspor Produk Olahan Pertanian
Merdeka.com - Pemerintah tengah menyiapkan formula baru perhitungan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bagi produk pertanian, untuk menggenjot ekspor produk olahan pertanian di dalam negeri, seperti ekspor produk olahan pertanian, seperti kelapa sawit dan karet.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, dengan adanya formula ini, maka Indonesia bisa mengekspor produk olahan dan tidak hanya diekspor sebagai bahan mentah saja.
"Karena ada banyak kemungkinan. Kita bicarakan beberapa komoditas hasil bumi, karet, kelapa dan lain-lain. Itu kalau diekspor, apalagi kalau yang ekspor perusahaan besar dia bisa cari PPN berapa, minta direstitusi, itu untungnya besar," ujar dia di Raker Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Selasa (12/3).
Dia menjelaskan, selama ini perusahaan memang lebih memilih untuk mengekspor bahan mentah hasil pertanian lantaran pajak yang dikenakan bisa dikembalikan atau direstitusi. Sedangkan untuk produk olahan, hal tersebut tidak berlaku.
"Kalau diolah di dalam negeri itu tidak bisa direstitusi, harus bayar PPN-nya. Kira-kira apa yang dilakukan oleh mereka, ya pilih ekspor bahan mentah," imbuhnya.
Oleh sebab itu, pemerintah akan mencari formula perhitungan PPN agar pelaku usaha di dalam negeri mau mengolah terlebih dulu hasil pertaniannya untuk kemudian diekspor ketimbang langsung mengekspor sebagai barang mentah.
"Apa harus diubah PPN-nya? Belum tentu juga. Bisa saja kita cari jalan PPN-nya difinalkan. Bagaimana itu difinalkan? Kita ngobrol dengan pengusaha. Tapi ini masih dikaji lagi," tandas dia.
Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya