Pemerintah butuh dukungan agar RI jadi pusat keuangan ekonomi syariah global

Selasa, 12 September 2017 20:59 Reporter : Arie Sunaryo
Bambang Brodjonegoro. ©staf humas kementerian PPN/Bapenas

Merdeka.com - Pemerintah meminta dukungan semua pihak agar Indonesia menjadi pusat keuangan ekonomi syariah global. Melalui Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap sektor keuangan syariah.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro saat membuka Forum Riset Ekonomi Keuangan Syariah (FREKS) XVI di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa (12/9).

Bambang menegaskan, KNKS tidak hanya menangani keuangan syariah saja, namun juga diarahkan berkembang menjadi ekonomi syariah sebagai arus ekonomi baru.

"Kita ingin agar bank syariah berpartisipasi besar dalam pembiayaan pembangunan insfrastruktur. Misalnya pembiayaan energi terbarukan, kilang minyak, rel kereta api, pelabuhan, bandara hingga pembuatan pesawat udara," ujar Bambang.

Kendati demikian, Bambang menyadari saat ini aset bank syariah di Indonesia masih sangat kecil. Yang terbesar hanya Rp 80 triliun, terlalu kecil jika dibandingkan dengan aset bank milik BUMN besar yang memiliki aset hingga Rp 1.000 triliun. Selain itu, Indonesia juga belum memiliki lembaga keuangan syariah berskala besar sehingga peran perbankan syariah perlu ditingkatkan.

"Aset bank syariah di Indonesia yang terbesar hanya Rp 80 triliun," jelas Bambang yang juga Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) itu.

Ketua Dewan Komisioner Ototitas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, mengemukakan industri keuangan syariah nasional memiliki potensi besar untuk terus tumbuh. Sehingga perannya semakin dirasakan dalam mendukung perekonomian Indonesia.

"OJK bersama dengan berbagai pihak termasuk pemerintah dan industri jasa keuangan, telah dan akan selalu melakukan upaya untuk perbaikan literasi keuangan syariah," ungkapnya.

Menurut Wimboh, dukungan riset dan keterlibatan akademisi dalam pengembangan industri keuangan syariah sangat penting di tengah semakin ketatnya persaingan industri jasa keuangan.

Perkembangan sektor keuangan syariah hingga Juni 2017, sektor perbankan syariah memiliki 13 Bank Umum Syariah, 21 UUS dan 167 BPRS. Pertumbuhan rata-rata aset (yoy) telah mencapai rata-rata 25,02 persen dalam 5 tahun terakhir. Dengan total aset sekitar Rp 387,87 Triliun, industri perbankan syariah mampu mengelola hampir 23,9 juta rekening dana masyarakat.

[sau]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.