Pembelaan Bulog saat beras jadi penyumbang inflasi sepanjang 2017

Kamis, 4 Januari 2018 18:15 Reporter : Desi Aditia Ningrum
beras. shutterstock

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sepanjang Desember 2017 sebesar 0,71 persen. Sementara, inflasi tahun kalender (year to date) tercatat sebesar 3,61 persen. Salah satu penyumbang inflasi ialah harga beras yang mengalami kenaikan.

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengakui adanya kenaikan harga beras. Namun kenaikan itu bukan karena stok beras tidak tersedia sehingga menyumbang terhadap inflasi. Dia mengklaim bahwa stok beras cukup tersedia.

"Iya (naik), tapi kan tidak banyak naik nya. Kalau Bulog masih punya stok. 900 hampir satu juta (ton) pasokan," katanya, di kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (4/1).

Dia mengatakan, akan terus berusaha untuk menggelontorkan beras sebanyak yang dibutuhkan masyarakat. Menurutnya, Bulog juga akan bekerja sama dengan beberapa pihak untuk ketersediaan stok beras.

"Kami kerja sama dengan pedagang besar, PBC, dgn food station, di daerah juga," ujarnya.

Untuk mendisiplinkan harga, Bulog masih melepas beras operasi dengan catatan dijual ke konsumen tidak boleh menyentuh HET (harga eceran tertinggi). "HET kami kan Rp 9.450. Jadi yang ambil beras operasi bulog tidak boleh menjual mendekati atau melampaui Rp 9.450," tutupnya. [azz]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.