Pembangunan mangkrak, anggaran Bendungan Kuningan membengkak Rp 18,58 M
Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan Bendungan Kuningan yang sempat tertunda menyebabkan biaya anggaran yang harus dikeluarkan pun membengkak jadi Rp 510 miliar, atau bertambah Rp 18,58 miliar dibanding anggaran sebelumnya.
"Ini kan tanda tangan kontraknya sudah sejak 2013, tapi baru mulai dikerjakan 2015. Sehingga terjadi eskalasi total cost of money, kemudian eskalasi inflasinya juga dihitung. Sekarang jadi sekitar Rp 510 miliar," jelasnya saat melakukan kunjungan kerja ke Bendungan Kuningan di Desa Randusari, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Kamis (24/5).
Sebelumnya, konstruksi pengerjaan yang ditandatangani oleh PT Wijaya Karya dan PT Brantas Abipraya KSO pada 2013 ini memiliki nilai anggaran sebesar Rp 491,42 miliar.
Basuki pun menceritakan kisah awal seputar masalah pembebasan lahan di Bendungan Kuningan. Dia menjelaskan, area tersebut dahulu merupakan tanah milik Perum Perhutani.
"Dulu ada peraturan pemerintah, bahwa pemakaian tanah Perhutani itu harus memakai konsep tukar guling. Jadi kalau saya memakai di sini 200 hektare, saya harus menyediakan 200 hektare juga. Itu satu kawasan saya kira carinya di Jawa juga sangat susah," tuturnya.
Namun, sejak ada peraturan pemerintah yang baru mengenai konsep pemakaian tanah milik negara, pengerjaan jadi bisa dimulai sejak 2015, serta pembebasan lahannya pun telah 100 persen. Hingga kini, progres pembangunan sudah mencapai 79 persen.
Reporter: Maulandy Rizki Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya