Pembangunan LRT Selesai 2021, Menteri Sofyan Janji Lahan Depo Bekasi Segera Rampung

Selasa, 29 Oktober 2019 17:03 Reporter : Dwi Aditya Putra
Pembangunan LRT Selesai 2021, Menteri Sofyan Janji Lahan Depo Bekasi Segera Rampung Sofyan Djalil. ©2018 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan Djalil, menyebut bahwa pembebasan lahan untuk depo LRT Jabodebek di Bekasi sudah hampir selesai. Saat ini proses pembebasan tersebut bahkan sudah mendekati 100 persen.

"Sekarang sudah oke. Hampir 100 persen tinggal beberapa bidang lagi yang akan di konsinyasi," kata dia saat ditemui di Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (29/10).

Dia menyebut, saat ini lahan yang dibebaskan untuk depo di Bekasi sudah ada sekitar 15 hektare. Sementara, sisanya masih dalam tahap konsinyasi. "Sudah oke tinggal beberapa lagi yang akan di konsinyasi artinya beberapa pekerjaan tidak terganggu lagi," jelasnya.

Dengan sudah diselesaikannya masalah lahan tersebut, kata Menteri Sofyan, maka proses kontruksi bangunan sudah bisa dikerjakan kembali. Dengan begitu, diharapkan pada 2021 seluruh LRT Jabodebek sudah bisa beroperasi secara keseluruhan.

Sebelumnya, Menteri Sofyan menyebut dari hasil evaluasi yang dilakukan bersama, nyatanya masih ada sedikit masalah terkait dengan lahan yang ada di Bekasi. Akan tetapi, sejauh ini pihaknya sudah turun tangan untuk melakukan penyelesaian dengan beberapa warga di Bekasi.

"Ada tanah yang belum beres di Bekasi beberapa bidang. Tapi satu bidang belum beres kan mengganggu juga. Kalau tanah yang di Bekasi saja sedikit tapi masalahnya sedang kita konsinyasi," kata dia.

Menteri Sofyan melanjutkan hambatan di lapangan sendiri memang tidak mudah apalagi banyak masyarakat yang sulit untuk dipindahkan. Namun, sesuai dengan Undang-Undang berlaku pihaknya tetap berkomitmen membenahi persoalan tanah tersebut.

"Iya hambatannya (LRT) macam-macam orang tidak mau dibebaskan gitu kan, tapi Undang-Undang nomor 2 sudah cukup efektif kalau tidak setuju kita konsinyasi. Nanti pengadilan yang menerima, baru kita proses," imbuhnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini