Pemangkasan Harga Gas dari Hulu Disebut Bikin Investor Khawatir

Kamis, 16 Januari 2020 21:51 Reporter : Merdeka
Pemangkasan Harga Gas dari Hulu Disebut Bikin Investor Khawatir aktivitas distribusi Gas Bumi lewat jaringan pipa. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pemerintah tengah mengevaluasi komponen pembentukan harga gas agar dapat turun menjadi USD 6 per MMBTU. Salah satu komponen yang menjadi incaran adalah harga dari sisi produsen atau hulu.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan, ‎upaya ini membuat kekhawatiran investor untuk menanamkan modalnya pada kegiatan pencarian migas.

"Kami berhadapan sampai sekarang eksplorasi belum meningkat tajam, kalau ada isu-isu investor takut akibat perubahan keekonomian,‎" kata Dwi, saat rapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (16/1).

Menurutnya, hal ini akan berisiko ke depanya, sebab SKK Migas sedang gencar menggaet investor untuk menggarap Blok Migas di Indonesia. "Risiko ke depan memang akan sangat mengganggu upaya kita mengundang investor hulu migas," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Jurus Pemerintah Turunkan Harga Gas

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto, mengatakan untuk menurunkan harga gas menjadi USD 6 per MMBTU akan menggunakan celah pengurangan harga gas dari hulu dan pengurangan biaya distribusi.

"Kalau gas pipa ada biaya distribusi, margin maksimal 7 persen. Kalau maksimal artinya bisa di bawah itu. Coba kita lihat di bawah itu, yang bisa capai USD 6 per MMBTU, berapa persen dari ICP. Bisa dilihat yang jelas peraturan yang sudah dibuat," kata Djoko, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (8/1).

Untuk mendapat sumber gas murah, pemerintah akan menugaskan Perusahaan Gas Negara (PGN) memborong gas alam cair (Liqufied Natural Gas/LNG) milik Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) yang belum mendapat kesepakatan pembeli. Besaran harga jual LNG ke PGN tersebut akan mempertimbangkan besaran harga di konsumen akhir sebesar USD 6 per MMBTU.

"Harga lelang seusai keinginan PGN supaya dia bisa mencapai harga USD 6 di industri. Kan dia ada biaya infrastruktur. Infrastruktur X kurang USD 6 itulah harga dia beli (di hulu). Ini PGN lagi menghitung," tuturnya.

Menurutnya, pemerintah pun akan mengurangi bagiannya dari penjualan gas tersebut, agar harga gas sampai tingkat konsumen industri mencapai USD 6 per MMBTU dan produsen gas tidak dirugikan dengan penerapan mekanisme ini. Saat ini Kementerian ESDM masih menunggu besaran harga gas yang sanggup dibeli PGN.

"Katakanlah harga USD 5-4 di spot LNG. Nah, begitu USD 4-5, wah hulunya jadi berkurang keekonomiannya. sesudah itu, berapa bagian pemerintah dikurangi sehingga harga gas USD 4-5 itu kontraktornya tidak dikurangi," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Moeldoko dan Ahok Siap 'Gigit' Mafia Migas dan Turunkan Harga Gas Industri
Bos SKK Migas Sebut Sisi Distribusi Perlu Dibongkar Untuk Turunkan Harga Gas
Perparah Defisit Berjalan, Impor Gas Tak Dipilih Sebagai Solusi Turunkan Harga
Deretan Strategi ESDM Turunkan Harga Gas Menjadi USD 6 per MMBTU
Selain Mahal, Menperin Keluhkan Perbedaan Harga Gas Antar Daerah
ESDM: Harga Gas Indonesia Dibanding Malaysia Masih Lebih Murah

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini