Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Jual Tiket 100 Persen Online Mulai 2020
Merdeka.com - Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Banjarmasin, Capt Mugen S Sartoto, mengatakan tahun depan Pelabuhan Trisakti akan sepenuhnya menerapkan digitalisasi. Semua tiket nantinya akan dijual secara online.
Dia menjelaskan, dengan sistem online tersebut penjualan tiket akan menjadi lebih transparan dan menghilangkan praktik calo. Adapun saat ini, dari 3 perusahaan yang beroperasi, baru satu yang sudah menerapkan sistem online tersebut.
"Yang jelas mereka (3 perusahaan) di saat pertemuan terakhir (sepakat) Maret tahun depan. Kita berharap begitu (tidak ada lagi jual tiket offline)," kata dia, saat ditemui di Posko Natal dan Tahun Baru Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (30/12).
Dia menjelaskan, hal itu memang bukan suatu hal yang mudah. Karena di balik efisiensi yang dihasilkan, ada sebuah kebiasaan yang harus dihilangkan yaitu membeli tiket secara manual. "Kadang ini kan mengubah culture (budaya) masyarakat ini tidak mudah," ujarnya.
Namun dia memastikan, dengan adanya sistem online, masyarakat dalam hal ini pengguna jasa transportasi kapal laut akan menjadi lebih nyaman dan aman.
"Kalau bagi pengguna jasa dia juga sama kepastian dari jadwal kedatangan kapal itu sendiri. Yang kedua juga kepastian dia mendapatkan seat di kapal. Dan yang jelas dia bisa menjadwalkan dengan menyesuaikan dia datang darimana, dia punya kegiatan di mana. Akan lebih reliable akan lebih memberi kepastian," ungkapnya.
Selain itu, dengan sistem online tersebut akan ada transparansi harga tiket yang dijual. "Transparansi harga tiket berapa misal Rp500.000 kadang-kadang kalau belum online calo ada yang nambahin Rp100.000 ada Rp50.000," ungkapnya.
Tidak hanya bagi penumpang, sistem online juga akan memberi keuntungan bagi perusahaan selaku penyedia jasa angkutan. "Kalau dengan digitalisasi yang jelas harapan saya sangat besar. Bagi operator dia lebih mudah mengadministrasi kan ngitung penumpang naik. Kemudian juga tentunya dia lebih mudah untuk membuat jadwal," ujarnya.
Dengan demikian, dia optimistis penerapan digitalisasi di pelabuhan akan mampu mendongkrak jumlah penumpang. "Saya yakin itu akan menaikkan jumlah penumpang bagi kita kan penumpang itu kan kepastian," tutupnya.
Tiket Pesawat Mahal, Penumpang Kapal Akhir Tahun di Kalimantan Meningkat 2 Kali Lipat
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comTransportasi laut ternyata masih menjadi primadona di kawasan Indonesia Tengah, khususnya di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin Kalimantan Selatan. Hal ini ditunjukan dengan adanya lonjakan kenaikan jumlah penumpang di pelabuhan tersebut pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dari tanggal 18 Desember hingga 29 Desember 2019 tercatat sebanyak 7.842 penumpang yang naik turun atau naik lebih dari 100 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu sebanyak 3.664 penumpang.
Penumpang turun atau yang datang dari Surabaya ke Banjarmasin berjumlah 4.002 orang, melonjak signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 1.658 penumpang. Sementara itu, penumpang naik atau yang pergi ke Surabaya juga mengalami kenaikan signifikan dibanding tahun lalu yang hanya 2.006 orang menjadi 3.840 penumpang.
Selain itu, untuk hari puncak atau tanggal favorit kedatangan penumpang yaitu H-5 Tahun Baru atau 27 Desember sebanyak 554 penumpang. Sedangkan puncak penumpang yang berangkat adalah H-3 Natal atau 22 Desember yaitu sebanyak 478 penumpang.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Banjarmasin, Capt Mugen S Sartoto, mengungkapkan ada beberapa faktor yang mendorong terjadinya lonjakan penumpang. Salah satunya adalah mahalnya harga tiket pesawat.
"Faktor pertama yang jelas adalah tingginya harga tiket pesawat," kata dia, di Posko Natal dan Tahun Baru Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (30/12).
Faktor kedua adalah semakin terjaminnya kepastian jadwal kapal. Sehingga membuat penumpang memiliki estimasi waktu keberangkatan. "Jadi kan sekarang ini kita bisa melihat walaupun dia terlambat-terlambat tapi sedikit saja. Kemudian dia diupdate, kita bisa memberikan kepastian informasi secara lebih detail kepada para pengguna jasa," ujarnya.
Dan yang ketiga adalah semakin mudahnya akses untuk mendapatkan tiket. Hal ini membuat calo menjadi berkurang sehingga masyarakat jadi nyaman menggunakan transportasi kapal laut. "Saya harus mengakui kadang- kadang masih ada (calo). Tapi ketika itu (penjualan tiket) dilakukan online dan agen agen sudah tidak senakal dulu, itu yang membuat orang mulai milih (kapal laut)," tutupnya.
Penumpang di pelabuhan ini dilayani oleh 3 perusahaan dengan jumlah 5 kapal yang beroperasi. Harga tiket penumpang kisaran Rp300.000 dan untuk kendaraan roda empat mulai dari Rp1.800.000.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya