Pejagan-Brebes Timur lumpuh, kampanye tol atasi macet dinilai gagal
Merdeka.com - Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menilai kehadiran ruas tol Pejagan-Brebes Timur gagal memenuhi harapan terpangkasnya kemacetan saat arus mudik Lebaran. Terbukti, pemudik perlu berjam-jam untuk menempuh jalan bebas hambatan sepanjang 29,3 kilometer tersebut.
"Mudik Lebaran tahun ini ditandai dengan pengoperasian dan peresmian ruas Pejagan-Brebes Timur oleh Presiden Joko Widodo. Harapannya, antrian panjang dan kemacetan saat mudik tahun lalu tidak terulang," kata wakil ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) itu, Senin (4/7).
Namun, lanjutnya, fakta di lapangan berbeda. Adanya tol ini membuat jalur nontol Pantai Utara Jawa (Pantura) ditinggalkan pemudik.
"Dampaknya, waktu tempuh menjadi lebih lama, antrian kendaraan macet lebih panjang. Jarak 20, 3 kilometer Pejagan-Brebes Timur mininal ditempuh 5 jam 30 menit," katanya.
Artinya, lanjut Djoko, propaganda tol mengatasi kemacetan tidak berhasil.
"Desain pintu keluar di Pantura juga jadi penyebab macet. Harus dirancang tanpa traffic light dengan membangun interchange."
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya