Menjelang hari raya Lebaran, Bank Indonesia (BI) menjadi salah satu tempat yang ramai dikunjungi masyarakat untuk melakukan penukaran uang baru. Tradisi memberikan uang angpao saat Lebaran mendorong masyarakat untuk mencari pecahan uang yang sesuai, terutama pecahan kecil.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso mengungkapkan hingga Kamis (6/3), mayoritas masyarakat lebih memilih menukarkan uang dalam pecahan kecil dibandingkan pecahan besar.
Sebanyak 93 persen dari total penukaran didominasi oleh Uang Pecahan Kecil mulai dari Rp1.000 hingga Rp20.000, sementara sisanya, sekitar 7 persen, merupakan Uang Pecahan Besar seperti Rp50.000 dan Rp75.000.
"Paling banyak pecahah Rp1000 sampai Rp20.000 ya," kata Ramdan kepada merdeka.com, Jumat (7/3).
Pecahan uang kecil ini memiliki daya tarik tersendiri karena lebih praktis untuk diberikan sebagai angpao kepada sanak saudara atau anak-anak.
Masyarakat cenderung lebih memilih pecahan yang lebih kecil agar bisa membagikan uang angpao dalam jumlah yang lebih banyak. Hal ini menciptakan tren di mana pecahan Rp5.000 dan Rp10.000 mendominasi permintaan saat menjelang Lebaran.
Selain itu, meskipun pecahan Rp 20.000 juga cukup diminati, pecahan dengan nominal yang lebih besar seperti Rp 50.000 dan Rp 100.000 kurang mendapatkan perhatian.
Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat lebih memilih untuk memberikan uang dalam jumlah yang lebih kecil, sesuai dengan tradisi dan kebiasaan saat merayakan Lebaran.
Advertisement
Salah satu alasan utama masyarakat memilih pecahan kecil seperti Rp 5.000, Rp10.000, Rp20.000 adalah kemudahan dalam membagikannya. Pecahan ini memungkinkan mereka untuk memberikan lebih banyak angpao kepada lebih banyak orang. Selain itu, uang dalam pecahan kecil juga lebih mudah didapatkan dan ditukarkan di Bank Indonesia.
Di sisi lain, pecahan uang yang lebih besar seperti Rp50.000 dan Rp100.000 cenderung kurang diminati karena masyarakat merasa bahwa memberikan uang dalam jumlah besar tidak sesuai dengan tradisi. Uang angpao biasanya lebih bersifat simbolis, dan dengan menggunakan pecahan kecil, masyarakat dapat lebih mengekspresikan rasa kasih sayang mereka kepada penerima.
Pecahan Rp20.000, Rp 5.000 dan Rp 10.000 menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki preferensi yang jelas dalam memilih pecahan uang untuk angpao Lebaran.
Selain itu, dengan adanya kebiasaan memberikan uang dalam pecahan kecil, masyarakat juga turut berkontribusi dalam mendukung perekonomian lokal dengan melakukan penukaran uang di Bank Indonesia.