Otorita IKN dan BI Perkuat Literasi Ekonomi Masyarakat di Kawasan Nusantara Saat Safari Ramadhan 2026
Otorita IKN dan Bank Indonesia (BI) tingkatkan literasi ekonomi masyarakat di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui Safari Ramadhan 2026. Upaya ini dorong konsumsi bijak dan jaga stabilitas harga.
Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Bank Indonesia (BI) aktif memperkuat literasi ekonomi masyarakat di wilayah IKN, Provinsi Kalimantan Timur. Inisiatif ini dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadhan 2026 di Penajam Paser Utara. Upaya kolaboratif ini bertujuan meningkatkan pemahaman finansial warga setempat.
Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menyatakan bahwa kolaborasi dengan BI terus mendorong penguatan literasi ekonomi masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat membangun kebiasaan konsumsi yang lebih bijak di tengah masyarakat. Hal ini menjadi bagian penting dari upaya mendukung ketahanan ekonomi di kawasan IKN.
Sosialisasi belanja bijak menjadi fokus utama, diselenggarakan di sejumlah masjid sekitar kawasan IKN sebagai bagian dari upaya memperluas literasi ekonomi masyarakat terkait pola konsumsi yang lebih bijak dan berkelanjutan. Tujuannya adalah menjaga stabilitas harga, khususnya selama periode Ramadhan hingga Idul Fitri.
Kolaborasi Strategis Otorita IKN dan BI untuk Ketahanan Ekonomi
Kolaborasi antara Otorita IKN dan Bank Indonesia menunjukkan komitmen serius dalam membangun fondasi ekonomi yang kuat di Ibu Kota Nusantara. Melalui berbagai program edukasi, kedua lembaga ini berupaya membekali masyarakat dengan pengetahuan finansial yang memadai. Penguatan literasi ekonomi IKN menjadi prioritas untuk menghadapi dinamika ekonomi.
Alimuddin menegaskan bahwa kegiatan Safari Ramadhan, yang juga diisi dengan acara berbuka puasa bersama, dirangkai dengan upaya mendorong perilaku konsumsi bijak. Ini bukan hanya sekadar edukasi, melainkan pembentukan gaya hidup yang mendukung stabilitas ekonomi daerah. Masyarakat diajak untuk lebih cermat dalam mengelola keuangan.
Kepala Sekretariat Kerja Bersama Bank Indonesia IKN, Rawindra Ardiansah, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga, terutama selama Ramadhan hingga Idul Fitri. Inflasi seringkali menjadi tantangan pada periode hari besar keagamaan. Oleh karena itu, edukasi belanja bijak sangat relevan.
Edukasi Belanja Bijak sebagai Penjaga Stabilitas Harga
Sosialisasi yang dilakukan oleh Otorita IKN dan BI juga berfungsi sebagai salah satu langkah strategis Bank Indonesia dalam menjaga inflasi. Belanja bijak didefinisikan sebagai aktivitas berbelanja yang tidak mengikuti hawa nafsu, melainkan berbelanja sesuai kebutuhan primer. Konsep ini ditekankan untuk menghindari pemborosan.
Peningkatan konsumsi yang signifikan saat hari besar keagamaan sering kali memicu perilaku belanja berlebih, atau yang dikenal sebagai "belanja panik". Fenomena ini dapat berdampak langsung pada kenaikan harga barang di pasaran. Rawindra Ardiansah mencontohkan, "Saat hari besar keagamaan terjadi belanja panik, contoh, yang biasanya membeli dua kilogram beras menjadi empat kilogram, jadi masyarakat lain yang tidak kebagian.”
Dengan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya belanja bijak, diharapkan dapat menekan permintaan yang tidak rasional. Hal ini secara tidak langsung membantu menjaga ketersediaan pasokan barang dan mencegah lonjakan harga yang merugikan konsumen. Literasi ekonomi IKN berperan krusial dalam membentuk perilaku ini.
Dampak Positif Literasi Ekonomi bagi Masyarakat Sepaku
Kegiatan yang diadakan oleh Otorita IKN dan BI ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Partini, seorang warga Kecamatan Sepaku, mengungkapkan bahwa sosialisasi tersebut sangat bermanfaat. Ia merasa tidak hanya mendapatkan siraman rohani, tetapi juga ilmu berharga tentang cara berbelanja secara cermat.
Setelah mendengarkan penjelasan dari Bank Indonesia terkait ekonomi, Partini mengaku menjadi lebih memahami alasan di balik pentingnya belanja bijak. Ia bertekad untuk menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ini menunjukkan efektivitas program dalam mengubah persepsi dan perilaku masyarakat.
Respons positif dari warga seperti Partini mengindikasikan bahwa program literasi ekonomi ini berhasil menyentuh kebutuhan praktis masyarakat. Edukasi yang relevan dan mudah dipahami menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kesadaran finansial. Ini adalah langkah maju bagi pengembangan ekonomi berkelanjutan di IKN.
Sumber: AntaraNews