Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Orang Indonesia pilih kreatif dibanding lebih pintar

Orang Indonesia pilih kreatif dibanding lebih pintar Ilustrasi wiraswasta. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/leedsn

Merdeka.com - Berdasarkan survei the Global @dvisor Wave 29 yang dilakukan Ipsos menunjukkan 75 persen orang Indonesia memilih untuk menjadi lebih kreatif daripada menjadi lebih pintar. Sementara orang yang memilih untuk menjadi lebih pintar adalah sebanyak 25 persen.

"Kebanyakan orang Indonesia, laki-laki dan perempuan yang berusia di bawah 35 tahun sampai 64 tahun dengan pendapatan dan tingkat pendidikan yang bervariasi menginginkan menjadi lebih kreatif dibandingkan menjadi lebih pintar," kata Managing Director Ipsos Indonesia, Iwan Murty di Jakarta seperti yang dikutip dari Antara, Kamis (12/7).

Survei tersebut juga menunjukkan, Indonesia merupakan negara dengan persentase tertinggi dibandingkan 24 negara lainnya yang disurvei, di mana penduduknya memilih untuk menjadi lebih kreatif dibandingkan lebih pintar. Setelah Indonesia, Swedia diurutan kedua mencapai 69 persen warganya memilih lebih kreatif dan Turki 67 persen. Sebaliknya, Jepang adalah negara yang penduduknya memilih untuk menjadi lebih pintar daripada lebih kreatif dengan persentase 58 persen ingin menjadi lebih pintar dan 42 persen ingin menjadi lebih kreatif.

Secara global, dari seluruh 25 negara yang disurvei, penduduk yang memilih lebih kreatif mencapai 57 persen daripada menjadi lebih pintar sebesar 43 persen yang lebih dipilih kalangan dengan usia antara 50-64 tahun dibandingkan kalangan muda.

Survei tersebut juga menghasilkan data bahwa sebanyak 61 persen orang Indonesia memilih untuk menjadi lebih pandai bergaul dibandingkan pandai teknologi dengan persentase 39 persen. Laki-laki dan perempuan, berusia mulai di bawah 35 tahun-49 tahun memilih lebih pandai bergaul, sementara untuk yang berusia lanjut 50 tahun sampai dengan 64 tahun memilih untuk lebih pandai teknologi.

Berbeda dengan hasil sebelumnya, mereka yang memiliki pendapatan rendah sampai menengah, lebih memilih menjadi pandai bergaul dibandingkan dengan yang memiliki pendapatan tinggi memilih untuk lebih pandai dalam teknologi.

Indonesia berada diperingkat 19 dari 24 negara lainnya yang disurvei Ipsos di mana penduduknya memilih untuk menjadi pandai bergaul. Negara dengan persentase tertinggi yang penduduknya memilih untuk lebih pandai bergaul dibandingkan pandai teknologi adalah Jerman, sebesar 76 persen, dilanjutkan dengan Kanada dan Perancis.

Sebaliknya, India dan China adalah negara yang penduduknya memilih untuk menjadi lebih pandai teknologi dengan persentase 54 persen dibandingkan yang memilih untuk menjadi pandai bergaul dengan persentase 46 persen.

Secara global, dari 25 negara yang disurvei, penduduknya memilih untuk menjadi pandai bergaul yaitu sebesar 65 persen dan pandai teknologi sebesar 35 persen. Kedua survei tersebut dilakukan sejak awal 2012 oleh Ipsos Global @dvisor dan Ipsos Global @dvisor Omnibus adalah sebuah survei online bulanan terhadap konsumen di 24 negara di dunia melalui sistem panel online Ipsos dan menghasilkan laporan dan studi sindikasi yang dirancang khusus kebutuhan perusahaan, periklanan, agensi PR dan pemerintahan.

Negara-negara yang disurvei termasuk Argentina, Australia, Belgia, Brasil, Kanada, China, Perancis, Jerman, Inggris Raya, Hongaria, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Polandia, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Spanyol, Swedia, Turki dan Amerika Serikat.  (mdk/rin)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP