OJK: Jumlah Nasabah Asuransi Unit Link Turun Drastis Akibat Pandemi

Rabu, 21 April 2021 17:45 Reporter : Idris Rusadi Putra
OJK: Jumlah Nasabah Asuransi Unit Link Turun Drastis Akibat Pandemi OJK. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah nasabah atau jumlah tertanggung produk asuransi yang dikaitkan investasi (PAYDI) atau dikenal sebagai unit link turun drastis sepanjang 2020. Ini juga terjadi sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

"Jumlah tertanggung PAYDI, memang karena kondisi Covid-19 dan sebagainya di 2020 menurun drastis dari rata-rata biasanya ada sekitar 7 juta pemegang polis. Mungkin banyak yang tidak melanjutkan produk ini akhirnya putus tengah jalan, atau mungkin juga sudah waktunya jatuh tempo. Yang pasti tambahan dari nasabah baru tidak banyak, banyak yang redeem sehingga di 2020 menurun drastis tinggal 4,2 juta saja sisanya, sekarang mungkin 4 jutaan," kata Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK Ahmad Nasrullah saat diskusi dengan awak media secara daring dikutip dari Antara di Jakarta, Rabu (21/4).

Ahmad mengatakan, unit link memang menjadi lini usaha yang memberikan kontribusi paling besar yaitu sekitar 50 persen atau separuh dari total penerimaan premi perusahaan asuransi. Total premi dari unit link di industri asuransi pada 2020 mencapai Rp98,25 triliun, menurun dibandingkan tahun sebelumnya Rp101,87 triliun.

Sementara itu, untuk total klaim unit link sepanjang 2020 lalu mencapai Rp75,98 triliun, naik dibandingkan total klaim pada 2019 Rp70,61 triliun. Dengan kata lain, bisnis unit link saat ini masih relatif sehat.

"Kalau dibandingkan dengan klaimnya tentunya, meski PAYDI ini risiko investasi ada di peserta, tapi bagaimana perbandingan premi dan klaim menunjukkan ini bisnis masih sehat. Artinya, uang yang masuk lebih besar dari uang yang keluar," ujar Ahmad.

Terkait industri asuransi secara umum, lanjut Ahmad, di tengah upaya untuk bangkit dari pandemi, sektor asuransi sebenarnya termasuk sektor yang terkena dampak. Namun jika terkait perkembangan aset industri asuransi, memang masih naik meski tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya.

Posisi aset asuransi jiwa per Februari 2021 mencapai Rp554,38 triliun, aset asuransi umum dan reasuransi Rp207,7 triliun, aset asuransi wajib Rp136,28 triliun, dan aset BPJS Kesehatan Rp45,18 triliun. Sedangkan dari pendapatan premi, per Februari 2021 asuransi jiwa mendapatkan Rp34,61 triliun, asuransi umum dan reasuransi Rp18,59 triliun, asuransi wajib Rp1,87 triliun, dan BPJS Kesehatan Rp22,32 triliun.

"Kalau dilihat dari portfolio investasi, untuk asuransi komersial kalau kita lihat porsinya dari total investasi Rp554 triliun itu, sebenarnya sebagian besar ini ada di instrumen pasar modal yaitu saham, plus SBN juga karena di situ kita hitung jangka panjang, termasuk reksadana REPO. Ini kalau ditotalkan jumlahnya hampir 80 persen dari keseluruhan investasi di sektor asuransi. Ini penting kami sampaikan kenapa, artinya memang sebagian besar aset dari asuransi ini terpengaruh berdasarkan fluktuasi perkembangan harga di pasar modal," kata Ahmad.

Baca Selanjutnya: Rentan Fluktuasi Pasar Modal...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. OJK
  3. Asuransi
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini