Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp14.933 per USD
Merdeka.com - Nilai tukar (kurs) Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin awal pekan ini melemah meskipun neraca perdagangan pada Februari 2020 surplus USD 2,34 miliar. Rupiah ditutup melemah 155 poin atau 1,05 persen menjadi Rp14.933 per USD dari sebelumnya Rp14.778 per USD.
"Pasar kurang merespons surplus neraca perdagangan karena saat ini pemerintah sedang fokus penanganan virus corona yang sudah merebak di seluruh negeri sehingga perlu penanganan yang serius dari pemerintah," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dikutip Antara di Jakarta, Senin (16/3).
Dari eksternal, The Fed mengejutkan pelaku pasar dengan mengumumkan penurunan suku bunga acuan. Tidak main-main, Gubernur The Fed Jerome Powell dan kolega memangkas Federal Funds Rate 100 basis poin (bps) menjadi 0-0,25 persen, terendah sejak 2015.
Seyogyanya rapat Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Commitee/FOMC) baru berlangsung pada 17-18 Maret 2020 mendatang.
"Sepertinya kondisi begitu genting sehingga The Fed tidak bisa menunggu lagi," ujar Ibrahim.
Rupiah Pagi Hari
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comRupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp14.705 per USD. Sepanjang hari, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.705 per USD hingga Rp14.968 per USD.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin menunjukkan, Rupiah melemah menjadi Rp14.818 per UDS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.815 per USD.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya