Menteri Susi lantik empat pejabat Eselon I

Selasa, 28 Februari 2017 19:55 Reporter : Anggun P. Situmorang
Menteri Susi lantik empat pejabat Eselon I Susi Pudjiastuti. ©Efrimal Bahri

Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melantik 4 pejabat Eselon I di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pelantikan pejabat ini diharapkan dapat membawa sektor kelautan dan perikanan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

"Rotasi atau pemindahan tugas dari satu tempat ke tempat lain adalah dinamika yang diperlukan suatu organisasi. Bukan melihat dari sekadar spesialisasi tetapi melihat kepada kebutuhan dan urgensi dari suatu pekerjaan," kata Menteri Susi saat pelantikan di kantor KKP, Jakarta, Selasa (28/2).

Pejabat yang dilantik adalah Sjarief Widjaja dari Sekretaris Jenderal menjadi Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Zulficar Mochtar dari Kepala Balitbang menjadi Kepala badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM), Rifky Effendi Hardijanto dari Kepala Badan Pengembangan SDM menjadi Sekretaris Jenderal, dan Achmad Poernomo sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya.

Selain membacakan sumpah jabatan, para pejabat yang dilantik tersebut juga menandatangani pakta integritas. "Dinamika yang baru ini saya harap menghasilkan prestasi yang lebih baik lagi," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menginginkan sektor kelautan dan perikanan menjadi tulang punggung perekonomian di Republik Indonesia.

"Indonesia adalah negara kepulauan terbesar dan garis pantai kedua terpanjang setelah Kanada, karena itu seyogyanya industri perikanan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia ke depan," kata Rosan Roeslani.

Rosan mengemukakan, pihaknya mengapresiasi pemerintahan di bawah Presiden Joko Widodo yang telah mencanangkan program poros maritim dunia di dalam Indonesia.

Dia menyatakan keberhasilan KKP di bawah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti adalah luar biasa, seperti penenggelaman kapal yang menangkap ikan secara ilegal di sejumlah kawasan perairan nasional. "Shock therapy seperti itu harus kita lanjutkan. Yang kami tunggu adalah langkah-langkah berikutnya," kata Ketum Kadin.

Hal tersebut, lanjutnya, karena berdasarkan data yang ada, kontribusi industri kelautan dan perikanan masih belum besar dalam menyumbangkan terhadap perekonomian, sehingga ke depannya harus berkesinambungan dan banyak menciptakan lapangan kerja.

Rosan mengingatkan bahwa pemerintah dalam lima tahun ke depan juga berencana membangun 24 pelabuhan besar serta lebih dari 3.000 kapal bantuan untuk produksi sektor kelautan dan perikanan.

Kadin Indonesia juga menginginkan perbankan bisa memperbesar fasilitas pembiayaan seperti dalam bentuk kredit untuk investasi sektor kelautan dan perikanan di Tanah Air. [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini