Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Susi: Harga Garam Jatuh karena Kebanyakan Impor dan Bocor ke Pasar

Menteri Susi: Harga Garam Jatuh karena Kebanyakan Impor dan Bocor ke Pasar garam. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti turut buka suara terkait jatuhnya harga garam di tingkat petani. Impor yang terlampau banyak merupakan salah satu penyebabnya.

Selain itu, dia juga menyebutkan bahwa merembes atau bocornya garam impor ke pasaran juga menjadi penyebab jatuhnya harga garam petani.

"Persoalan harga jatuh adalah impor terlalu banyak dan bocor. Titik. Itu persoalannya," kata dia di Kantor KKP, Jakarta, Kamis (4/7).

Menurut dia, jika impor garam tidak tinggi, maka harga garam di tingkat petani masih bisa dijaga.

"Kalau diatur impornya di bawah 3 juta ton kayak tempo hari kan harga di petani masih bisa Rp2.000, Rp1.500," tegas Susi.

"Persoalannya impor terlalu banyak dan itu bocor," tandasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya pemerintah mengalokasikan impor garam pada tahun 2018 yang sebesar 3,7 juta ton. Sementara untuk 2019, pemerintah mengalokasikan impor garam sebesar 2,7 juta ton.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP