Menteri Susi Angkat Suara soal Temuan Bungkus Sarimi Berusia 19 Tahun

Selasa, 9 April 2019 16:43 Reporter : Dwi Aditya Putra
Menteri Susi Angkat Suara soal Temuan Bungkus Sarimi Berusia 19 Tahun Gaya Menteri Susi. ©2017 berbagai sumber dari media sosial

Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti turut berkomentar mengenai temuan bungkus mi instan yang telah berusia 19 tahun lamanya di Pantai Sendang Biru, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang viral di media sosial. Menurut Susi, temuan tersebut menjadi persoalan serius mengingat pencemarannya tidak dapat diuraikan.

"Mulai sekarang kurangi sampah plastik!. Kemarin saya jalan-jalan ada ketemu sampah luar biasa itu usianya, bahkan di internet ada yang twit ketemu Sarimi yang 19 tahun lalu. Sampah plastik itu dilaut sampai 4 kresek itu 450 tahun tidak bisa diurai," jelasnya saat ditemui di Universitas Sahid Jakarta, Selasa (9/4).

Menurut Susi, temuan sampah plastik tersebut mungkin menjadi salah satu dari sekian banyaknya tumpukan sampah di perairan laut Indonesia. Dia meminta agar masyarakat dapat menyadari akan dampak dari penggunaan plastik itu sendiri dan beralih menggunakan bahan lain selain plastik.

Menteri Susi mengimbau agar masyarakat juga tidak membuang sampah plastik tersebut secara langsung ke kali. Karena ini akan berdampak kepada ekosistem laut Indonesia. "Kebanyakan sampahnya kan dibuang ke kali, tapi alirannya menuju kemana? ke laut. Jadi mohon kurangi dari diri kita sendiri pakailah tumbler, pakai tas anyaman pakai kantong anyaman lebih elegan," sebutnya.

Seperti diketahui, Indonesia masuk daftar penyumbang sampah plastik terbesar di dunia. Nomor dua setelah China. Predikat sebagai penyumbang sampah plastik terbanyak membuat malu Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti.

Menteri Susi menekankan, untuk mengatasi persoalan sampah plastik dibutuhkan peran dari seluruh masyarakat. Kesadaran masing-masing individu menjadi faktor penting dalam upaya mengurangi sampah plastik

"Indonesia penyumbang sampah plastik terbesar ke dua di dunia. Malu banget punya label begitu. Mulai sekarang kurangi sampah plastik. Mohon kurangi dari diri kita sendiri," katanya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini